JABAR EKSPRES – Menyusul peningkatan debit air Sungai Citanduy yang signifikan akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir, Perumda Air Minum Tirta Anom Kota Banjar mengambil serangkaian langkah antisipatif ketat.
Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas dan kuantitas air baku yang diolah serta didistribusikan kepada pelanggan di wilayah Kota Banjar tetap terjaga dengan baik.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Anom Kota Banjar, E. Fitrah Nurkamilah, menyatakan bahwa proses pengolahan dan pendistribusian air bersih kepada masyarakat berjalan secara normal, aman, dan terkendali.
Baca Juga:Tirta Anom Pasok Air Bersih untuk Dukung Program Makanan Bergizi Gratis di Kota BanjarTirta Anom Dituntut Optimal untuk Dongkrak PAD Kota Banjar
Ia memastikan bahwa tidak ada gangguan layanan yang berarti yang dialami oleh pelanggan.
“Kami telah mengoptimalkan kinerja instalasi pengolahan air (IPA) dengan melakukan penyesuaian dan penambahan dosis bahan kimia penjernih, seperti koagulan, yang disesuaikan dengan tingkat kekeruhan air baku dari Sungai Citanduy. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa proses sedimentasi dan filtrasi berjalan dengan efektif,” jelas Nurkamilah, Rabu (19/11/2025).
Lebih lanjut, Nurkamilah mengungkapkan bahwa pemantauan kualitas air dilakukan secara intensif dan berlapis. Tim teknis yang berjaga 24 jam tidak hanya memantau di titik pengambilan air baku, tetapi juga di setiap tahapan proses pengolahan.
Hal ini sangat krusial untuk mendeteksi sedini mungkin jika terjadi perubahan parameter kualitas air baku, sehingga penanganannya dapat dilakukan secara cepat dan tepat sebelum air masuk ke dalam sistem distribusi.
“Kami memiliki protokol yang ketat. Dari mulai air baku masuk hingga menjadi air bersih yang siap dialirkan ke rumah pelanggan, semuanya melalui pengujian dan pengawasan ketat. Dengan demikian, kami pastikan air yang sampai ke masyarakat tetap memenuhi standar baku mutu air minum yang telah ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan. Keamanan dan kesehatan konsumen adalah prioritas utama kami,” tegasnya.
Di sisi lain, kesiapan infrastruktur dan peralatan pendukung juga menjadi perhatian serius. Nurkamilah menambahkan bahwa tim teknis secara rutin memeriksa dan memastikan semua peralatan utama, termasuk pompa-pompa air, saringan (screening), dan unit kontrol di IPA, berfungsi secara optimal.
Pemeliharaan yang dilakukan secara berkala ini bertujuan untuk meminimalisir risiko gangguan operasional yang bisa saja terjadi akibat beban kerja peralatan yang meningkat selama musim hujan.
