Angka Pengangguran Masih Tinggi, Pemkot Bandung Andalkan Transformasi Digital Bursa Kerja

Angka Pengangguran Masih Tinggi, Pemkot Bandung Andalkan Transformasi Digital Bursa Kerja
Pencari kerja mencari informasi di salah satu stan perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan saat gelaran Job Fair 2025 di Kiara Artha Park, Kota Bandung, Rabu (19/11). Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung menggelar bursa kerja yang menghadirkan 3.551 lowongan kerja dalam negeri, 6.702 lowongan kerja luar negeri dari 42 perusahaan yang bertujuan untuk menekan angka pengangguran terbuka di Kota Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Di tengah stagnasi penurunan pengangguran di Kota Bandung, Job Fair 2025 yang dibuka di Kiara Artha Park pada 19-20 November. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menilai, momen ini mampu mempercepat serapan tenaga kerja lewat digitalisasi penuh dalam proses rekrutmen.

Alih-alih antre memadati meja perusahaan seperti bursa kerja konvensional, pencari kerja kini diarahkan memindai barcode di tiap stan untuk langsung terhubung ke lowongan secara daring.

Semua proses itu tersinkron dengan aplikasi New BIMMA, platform ketenagakerjaan milik Pemkot Bandung.

Baca Juga:Job Fair Bandung 2025, Pencari Kerja Melihat Peluang di Tengah Persaingan KetatTak Sekadar Job Fair, Cimahi Hadirkan Sistem ‘Biro Jodoh’ Tenaga Kerja!

Transformasi ini bukan tanpa alasan, Kota Bandung masih dibayangi tingkat pengangguran 7,4 persen pada akhir 2024. Pemerintah daerah menargetkan angka itu turun menjadi 6 persen.

Upaya mempercepat arus informasi lowongan dan memperkecil jeda antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja menjadi fokus.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Andri Darusman, mengatakan langkah digitalisasi menjadi bagian dari strategi memperkuat kualitas dan mobilitas tenaga kerja.

“Insyaallah, melalui berbagai upaya yang kami lakukan bersama para stakeholder, kami ingin terus menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas SDM di Kota Bandung,” ujarnya di lokasi, Rabu (19/11).

Job fair tahun ini melibatkan 42 perusahaan dari berbagai sektor dengan total 10.278 posisi yang ditawarkan. Pemerintah menargetkan setidaknya 50 persen lowongan dapat terisi, angka serapan yang lebih ambisius dibanding capaian job fair Juni lalu yang menempatkan 1.443 orang dari 3.380 pencari kerja.

Andri menjelaskan, New BIMMA sejak awal dikembangkan untuk mengatasi persoalan klasik ketenagakerjaan: informasi lowongan yang tercecer dan layanan publik yang berbelit.

“Aplikasi New BIMMA menyediakan 30 layanan ketenagakerjaan, mulai dari pendaftaran akun Siap Kerja ID, pelatihan kerja, fasilitasi penempatan, hingga layanan hubungan industrial. Semuanya bisa diakses secara online,” katanya.

Baca Juga:Disnaker Bandung Targetkan Pengangguran Turun Satu Persen Lewat Job Fair KecamatanJob Fair Bogor 2025, Disnaker Targetkan 600 Warga Terserap Kerja di Plaza Jambu Dua

Sementara Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, menilai kehadiran job fair digital dapat menutup kesenjangan antara kebutuhan perusahaan dan kompetensi pencari kerja.

“Job fair ini menjadi ajang pertemuan antara perusahaan yang butuh SDM unggul dan para pencari kerja yang memang memerlukan pekerjaan. Sering kali keduanya tidak saling bertemu,” ucapnya.

0 Komentar