JABAR EKSPRES – Di banyak kota, job fair sering kali berakhir seperti pesta singkat, ramai, penuh janji, tapi sepi hasil. Orang datang dengan map berisi berkas, berharap ada panggilan kerja. Namun, setelah itu, banyak yang kembali ke rumah tanpa kepastian.
Pemerintah Kota Cimahi ingin mengubah cerita lama itu. Melalui Cimahi Job Connect, mereka berupaya menciptakan sebuah sistem baru, bukan hanya perayaan lowongan kerja, melainkan jembatan nyata antara dunia industri dan pencari kerja.
“Kalau job fair hanya sekadar seremonial, orang datang membawa berkas tanpa kepastian kerja, itu tidak adil,” ujar Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira, belum lama ini.
Baca Juga:Momentum Hari Pahlawan, Billy Martasandy Ajak Generasi Muda Jadi Pejuang di Era ModernPembangunan PLTA Upper Cisokan Dipastikan Sesuai Aturan dan Bawa Manfaat bagi Masyarakat
Ia menegaskan, Cimahi tidak sedang menyiapkan panggung, melainkan sistem.Meskipun kuotanya tidak banyak, kepastian kerja harus jelas.
“Itu yang sedang kami rumuskan bersama Dinas Tenaga Kerja untuk tahun depan,” tambahnya.
Di tengah penyesuaian anggaran 2026, Pemerintah Kota Cimahi memilih untuk tidak menunda program peningkatan kapasitas manusia. Sebab bagi Adhitia, investasi terbaik adalah pada sumber daya manusianya sendiri.
“Peningkatan keterampilan (upskilling) tetap menjadi prioritas. Karena kota ini hanya bisa maju jika manusianya siap menghadapi tantangan baru,” ujarnya.
Di kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi, Asep Jayadi, Kepala Disnaker, memandang Cimahi Job Connect ia menggambarkan sistem itu dengan perumpamaan yang menarik.
“Ini seperti biro jodoh tenaga kerja. Di situ mereka akan saling bertemu, dan terjadilah perjodohan seperti itu,” ungkapnya kepada Jabar Ekspres di ruang kerjanya, Selasa (11/11/25).
Sebuah “biro jodoh” yang mempertemukan dua dunia, mereka yang membutuhkan tenaga, dan mereka yang butuh kesempatan.
Baca Juga:Pabrik Pengelolaan Sampah Senilai USD 200 Juta Bakal Dibangun di Jawa Tengah!FSRU Lampung Terima Kargo LNG, Jaga Keandalan Layanan Energi untuk Kelistrikan
“Simpelnya disebut biro jodoh karena penyedia kerja bisa menyampaikan kebutuhan tenaga kerja, dan pencari kerja bisa langsung menyesuaikan,” tambahnya.
Namun ide besar ini tidak datang begitu saja. Kepala Bidang Pelatihan, Penempatan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Disnaker Kota Cimahi, Tresna Nur Ramdhani telah bekerja membangun jembatan komunikasi antara dunia usaha dan dunia pelatihan.
“Koordinasi dengan perusahaan yang ada di Kota Cimahi menjadi kunci. Kami ingin tahu seperti apa kebutuhan mereka untuk lowongan pekerjaannya,” ujar Tresna.
