JABAR EKSPRES – Bencana longsor terjadi di wilayah RT04 RW08, Dusun Situhiang, Desa Tegalmanggung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang ketika diguyur hujan deras pada Rabu (12/11) sore.
Akibat longsor tersebut, sejumlah rumah warga dan satu bangunan masjid di wilayah Dusun Situhiang, Desa Tegalmanggung kini terancam.
Ketika dikonfirmasi, Kasi Trantibum Kecamatan Cimanggung, Didin Wahyudin membenarkan, terkait adanya musibah bencana longsor yang terjadi di wilayahnya.
Baca Juga:27 Alat Pendeteksi Pergerakan Tanah Dipasang, BPBD dan DPRD Sumedang Tinjau Lokasi Rawan LongsorAncaman Bencana, BPBD Sebut Kabupaten Sumedang 70 Persen Rawan Longsor
“Dari laporan yang diterima, longsor terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, itu ada di dua titik lokasi berbeda,” katanya kepada Jabar Ekspres, Kamis (13/11/2025).
Dijelaskan Didin, untuk lokasi pertama, tebing setinggi 5 meter dengan panjang 15 meter longsor, hingga mengancam delapan rumah dengan total delapan kepala keluarga atau sekira 24 jiwa.
Sedangkan di lokasi kedua, longsor dengan tinggi 7 meter dan panjang 15 meter mengancam empat rumah, empat kepala keluarga, dan 12 jiwa.
“Selain itu, satu unit sepeda motor jenis Supra Fit dilaporkan tertimbun material tanah, serta satu bangunan masjid, Darul Muttaqin, ikut terdampak material longsoran,” jelasnya.
Didin menyampaikan, dia bersama anggota Trantibum Kecamatan Cimanggung, telah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan awal.
“Kami kemudian bergerak cepat melaporkan situasi kepada Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir dan dinas terkait agar segera mendapat penanganan lanjutan,” tukasnya.
Sementara itu, Camat Cimanggung, Agus Wahyudin menerangkan, terkait musibah bencana longsor ini aparat desa bersama TNI, Polri, dan tim kecamatan sudah melakukan pemantauan langsung ke lokasi.
Baca Juga:Ketua DPD Golkar Subang Elita Budiarti Kunjungi Korban Gempa Sumedang dan Korban Longsor KasomalangBREAKING NEWS! Longsor Terjang Desa Sindulang Sumedang, Satu Orang Diduga Tertimbun Tanah
“Kami juga sudah menghimbau warga yang rumahnya terancam agar sementara waktu mengosongkan tempat tinggalnya,” terangnya.
Dalam upaya penanganan sementara, tim di lapangan telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sumedang.
Selain itu, ujar Agus, masyarakat diimbau untuk bergotong royong membantu membersihkan area terdampak sambil menunggu bantuan logistik.
Adapun kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini meliputi terpal, karung sekitar 100 buah, sembako untuk warga terdampak, serta rencana pembangunan tembok penahan tanah (TPT) secara permanen sebagai solusi jangka panjang.
“Kami juga memastikan bahwa laporan perkembangan situasi akan terus disampaikan kepada pemerintah kabupaten seiring penanganan di lapangan,” ujarnya.
