Sunset di Kebun 2026 Padukan Musik dan Edukasi Lingkungan, Ribuan Penonton Padati Kebun Raya Bogor

Managing Director PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto (kanan) ditemani Zaenal Arifin, GM Corporate Communic
Managing Director PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto (kanan) ditemani Zaenal Arifin, GM Corporate Communication PT Mitra Natura Raha saat memberikan keterangan terkait festival musik Sunset di Kebun yang kembali digelar di Kebun Raya Bogor selama dua hari, Sabtu (9/5/2026) hingga Minggu (10/5/2026). Foto: Sekar Andini
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Festival musik Sunset di Kebun kembali digelar di Kebun Raya Bogor selama dua hari, Sabtu (9/5/2026) hingga Minggu (10/5/2026).

Acara yang berlangsung mulai pagi hingga sore hari itu menghadirkan sejumlah musisi ternama Indonesia seperti Fiersa Besari, Idgitaf, Bernadya, Barasuara, Feast, Hindia dan sejumlah penampil lainnya.

Managing Director PT Mitra Natura Raya (mitra pengelola operasional Kebun Raya Bogor), Marga Anggrianto mengatakan, Sunset di Kebun merupakan program langsung dari Kebun Raya yang menjadikan festival musik sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan lingkungan kepada generasi muda.

Baca Juga:Usai Mengamuk di RS, Pria Disabilitas Ditemukan Tewas Tenggelam di Situ Cikaret CibinongPertamina Perkuat Aliansi Strategis untuk Dorong Inovasi Digital di Sektor Hulu Migas

Menurutnya, pesan yang ingin disampaikan meliputi konservasi, promosi tanaman langka, hingga edukasi lingkungan yang dikemas lebih dekat dengan anak muda melalui konser musik.

“Sunset di Kebun merupakan program dari Kebun Raya yang menjadikan festival musik sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan lingkungan yang dipunyai Kebun Raya, khususnya kepada anak muda. Melalui konser musik ini, kami memperkenalkan nilai-nilai lingkungan dari Kebun Raya sekaligus menghadirkan area Natura sebagai wahana promosi dan edukasi lingkungan,” ujar Marga di Kebun Raya Bogor, Minggu (10/5/2026).

Pada gelaran Sunset tahun ini, Marga menyampaikan bahwa Kebun Raya pun turut mempromosikan tanaman langka jenis Hoya melalui kampanye bertajuk Plant Heroes.

Menurutnya, istilah Plant Heroes dipilih agar lebih dekat dan mudah diterima kalangan anak muda yang menjadi target utama komunikasi Sunset di Kebun.

Bahkan, Plant Heroes itu pun turut diperkenalkan kepada para musisi yang tampil di acara tersebut agar pengunjung semakin mudah mengingat tanaman langka tersebut yang sedang dipromosikan.

“Untuk Sunset kali ini, tanaman langka yang kita promosikan adalah Hoya yang kita sebut sebagai Plant Heroes. Karena Sunset di Kebun ini merupakan media komunikasi untuk anak muda, maka ketika kita mempromosikan tanaman ini, kita harus juga menggunakan kata-kata yang kena untuk anak muda, yaitu pakai—kita namakan Plant Heroes,” katanya.

Selain konser musik, pengunjung juga disuguhkan berbagai aktivitas di area Natura yang menjadi sarana edukasi sekaligus promosi lingkungan.

0 Komentar