Ancaman Bencana, BPBD Sebut Kabupaten Sumedang 70 Persen Rawan Longsor

Ilustrasi: Anggota BPBD Kabupaten Sumedang saat meninjau longsor di Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang pada Januari 2022 lalu. (Dok BPBD Sumedang for Jabar Ekspres)
Ilustrasi: Anggota BPBD Kabupaten Sumedang saat meninjau longsor di Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang pada Januari 2022 lalu. (Dok BPBD Sumedang for Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Kabupaten Sumedang, Atang Sutarno mengatakan, secara geografis wilayah Sumedang tergolong rawan longsor.

“Sumedang pada dasarnya merupakan wilayah yang mempunyai potensi titik rawan longsor dan rawan banjir,” katanya kepada Jabar Ekspres melalui seluler, Rabu (20/3).

Menurut Atang, potensi bencana longsor dan banjir ada di sejumlah kecamatan yang berbeda, tergantung dari dataran tanah atau geografis daerahnya.

Baca Juga:Jadi Alternatif Pemudik, Tiket Moda Transportasi Bus Masih Sepi PembeliPemda KBB Siapkan 100 Ton Beras Untuk Operasi Pasar Ramadan

“Jadi kita di Sumedang ini ada di beberapa titik atau wilayah kecamatan yang rawan longsor dan rawan banjirnya cukup besar potensi bencananya,” bebernya.

Dijelaskan Atang, unuk Tanjungsari dan Pamulihan itu merupakan dua di antara kecamatan lain yang termasuk dalam kategori wilayah rawan longsor.

“Bahkan jika dipresentasekan untuk Kabupaten Sumedang itu sekitar 70 persen merupakan daerah yang rawan longsor,” jelasnya.

Atang menerangkan, secara geografis wilayah Kabupaten Sumedang didominasi oleh dataran tinggi, sehingga potensi terjadinya longsor pun cukup besar.

“Tolong dipahami, cuaca ekstrem ini kemungkinan akan berlangsung cukup lama, bisa jadi sampai akhir Ramadhan akan berlangsung,” terangnya.

Diketahui, hidrometeorologi merupakan suatu fenomena bencana alam atau proses merusak yang terjadi terhadap atmosfer (meteorologi), air (hidrologi), atau lautan (oseanografi).

Potensi yang bisa melanda masyarakat dalam bencana hidrometeorologi di antaranya banjir, angin puting beliung, longsor, sambaran petir hingga pergeseran tanah.

Baca Juga:FGD Rotasi Ramadan Digelar di Kabupaten Bandung: Bangun Masyarakat Harmonis161 Peserta Lolos Tes Paskibraka Kota Cimahi 2024, Pemerintah Siapkan untuk Melaju ke Tahap Selanjutnya

Adapun dampak dari fenomena tersebut, yakni dapat mengakibatkan hilangnya nyawa, cedera, atau dampak kesehatan lainnya.

Mengingat bahayanya ancaman bencana hidrometeorologi, maka warga Kabupaten Sumedang pada Ramadhan tahun ini Atang meminta supaya selalu waspada, walaupun sekadar hujan mengguyur.

“Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspasa dan ketika terjadi suatu potensi kebencanaan, maka segeralah melaporkan kepada pihak berwenang ataupun pada kami,” imbuhnya.

“Karena kami selalu siap siaga 24 jam penuh. Kami imbau untuk masyarakat Kabupaten Sumedang agar tetap siaga dan meningkatkan kewaspadaan potensi terjadinya bencana,” pungkas Atang. (Bas)

0 Komentar