27 Alat Pendeteksi Pergerakan Tanah Dipasang, BPBD dan DPRD Sumedang Tinjau Lokasi Rawan Longsor

Kalak BPBD Kabupaten Sumedang, Atang Sutarno bersama Anggota DPRD Dapil 5 (Jatinangor-Cimanggung) saat lakukan mitigasi bencana dengan meninjau titik lokasi rawan longsor. (Jabar Ekspres)
Kalak BPBD Kabupaten Sumedang, Atang Sutarno bersama Anggota DPRD Dapil 5 (Jatinangor-Cimanggung) saat lakukan mitigasi bencana dengan meninjau titik lokasi rawan longsor. (Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemantauan terhadap lokasi rawan longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, terus dilakukan.

Pemantauan ini melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang bersama Anggota DPRD Dapil 5 (Jatinangor-Cimanggung).

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sumedang, Atang Sutarno, menjelaskan bahwa pihaknya telah memasang 11 alat peringatan dini atau Early Warning System (EWS) di lokasi rawan longsor tersebut.

Baca Juga:Libur Nataru, Ada Mudik Gratis Kapal Laut dari DJPL Kemenhub! Sudah Daftar?Tangani Korban Banjir dan Longsor di Sukabumi, Bey Machmudin: Rp60 Juta untuk Rumah Rusak Berat

“Jika potensi bahaya terdeteksi, alat ini akan mengirimkan sinyal dan membunyikan sirine sebagai peringatan dini,” jelasnya.

Selain sirine, sinyal peringatan juga dapat dikirim langsung ke ponsel warga untuk memberikan notifikasi yang lebih cepat dan efektif.

Secara keseluruhan, Kabupaten Sumedang telah memasang 27 alat EWS yang tersebar di wilayah rawan longsor, termasuk Cadas Pangeran, Sumedang Selatan, Citengah, Cimalaka, sekitar Tol Cisumdawu, dan Kecamatan Jatigede.

Jumlah total alat yang direncanakan mencapai 40 unit, namun saat ini baru 27 unit yang terpasang.

Atang juga menyebutkan bahwa pemasangan alat ini melibatkan kerja sama dengan lembaga berkompeten, seperti Badan Geologi, BRIN, Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Selain itu, BMKG juga telah memasang alat deteksi gempa dan memantau ketinggian air di 12 titik sungai strategis, termasuk Sungai Cikeruh, Sungai Citengah, dan sepanjang Sungai Cimanuk,” tambahnya.

Pada pantauan di lokasi, Anggota DPRD Kabupaten Sumedang, dr. Iwan Nugraha dari Fraksi PKS dan Elah Karmilah dari Fraksi PPP, turut mengecek titik rawan longsor.

Baca Juga:Fathi: Kenaikan UMP 2025 Sebesar 6,5 Persen Wujud Komitmen Pemerintah untuk Peningkatan Kesejahteraan PekerjaViral! Pengamen Cileunyi Ngamuk ke Sopir Angkot, Penumpang Teriak Minta Tolong

Iwan menegaskan bahwa langkah-langkah mitigasi bencana telah dilakukan BPBD Kabupaten Sumedang sejak bencana longsor tahun 2021 yang menewaskan 41 orang.

“Pemasangan EWS menjadi salah satu langkah signifikan. Kami juga mengupayakan penghijauan dengan menanam pohon keras untuk membantu menahan air dan memperkokoh struktur tanah,” tegasnya.

0 Komentar