“Sekarang lahan bisa digarap lebih luas karena tidak butuh waktu lama. Kalau dulu cuma sempat dua petak, sekarang bisa tiga sampai empat petak. Panennya pun naik sekitar 20 persen,” ucapnya.
Para petani berharap program bantuan alsintan terus berlanjut, termasuk disertai pelatihan agar mereka mampu merawat dan mengoperasikan mesin secara mandiri. Mereka juga meminta dukungan tambahan berupa akses bibit unggul dan pupuk yang lebih mudah didapatkan.
“Kami sangat terbantu dengan alat ini, tapi kalau bisa pemerintah juga bantu dari sisi benih dan pupuk. Jadi semua saling mendukung supaya hasil pertanian makin baik,” katanya.
Baca Juga:Joan Laporta Tegas Bantah Rumor Kembalinya Lionel Messi ke Barcelona pada 2026Tottenham Siap Tebus Takefusa Kubo Rp1 Triliun, Real Madrid Jadi Pihak yang Paling Untung
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) KBB, Lukmanul Hakim, mengapresiasi terealisasinya bantuan alsintan dari pemerintah pusat melalui dukungan anggota Komisi IV DPR RI.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bagian dari program strategis nasional dalam rangka mendukung swasembada pangan Indonesia.
“Kami berharap seluruh bantuan ini dapat dimanfaatkan serta dirawat dengan baik oleh para petani,” ujarnya.
Adapun jenis alsintan yang disalurkan meliputi enam unit hand tractor roda dua, tiga unit rice transplanter (alat tanam padi), 31 unit pompa air, serta 144 unit hand sprayer (alat semprot).
“Total bantuan disalurkan kepada 17 kelompok tani yang tersebar di 16 kecamatan se-Kabupaten Bandung Barat,” kata Lukmanul.
Berdasarkan data DKPP, Kabupaten Bandung Barat memiliki sekitar 18.351 hektare sawah, mayoritas merupakan sawah tadah hujan. Kondisi tersebut menjadikan pompa air dan alat tanam atau panen sebagai kebutuhan mendesak, terutama di musim kemarau.
“Dengan bantuan alsintan, kami berharap indeks pertanaman meningkat dari satu kali menjadi dua kali setahun. Ini akan berdampak langsung terhadap peningkatan produksi padi dan beras,” tandasnya. (wit)
