JABAR EKSPRES – Program swasembada pangan yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto mulai dirasakan dampaknya di tingkat akar rumput.
Sejumlah petani di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengaku bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah pusat telah mendorong peningkatan hasil dan efisiensi kerja di lapangan.
Sejak bantuan alsintan disalurkan awal tahun ini, para petani di Desa Pangauban dan Batujajar Timur merasakan perubahan signifikan dalam aktivitas pertanian mereka.
Baca Juga:Joan Laporta Tegas Bantah Rumor Kembalinya Lionel Messi ke Barcelona pada 2026Tottenham Siap Tebus Takefusa Kubo Rp1 Triliun, Real Madrid Jadi Pihak yang Paling Untung
Pekerjaan yang sebelumnya mengandalkan tenaga manusia kini terbantu dengan mesin pertanian modern, mulai dari traktor roda dua, pompa air, hingga mesin perontok padi.
Dedi Supriatna, petani asal Desa Pangauban, mengatakan bantuan alsintan tersebut membuat proses pengolahan lahan menjadi jauh lebih cepat dan efisien.
Sebelum ada bantuan, ia dan petani lainnya kerap harus menunggu lama untuk menyewa traktor dari luar desa.
“Dulu kalau mau membajak sawah harus antre karena alatnya terbatas. Sekarang kami bisa langsung garap lahan sendiri, tidak perlu sewa. Waktunya lebih cepat dan biaya berkurang,” ujar Dedi, Kamis (6/11/2025).
Dengan adanya traktor bantuan, para petani dapat menghemat waktu hingga setengah dari biasanya. Dedi menuturkan, lahan seluas satu petak yang dulu memakan waktu dua hari kini bisa dikerjakan dalam satu hari saja.
Selain mempercepat masa tanam, bantuan mesin perontok padi juga sangat membantu saat musim panen tiba. Asep Rohman, petani dari Desa Batujajar Timur, mengaku kini tidak lagi kerepotan mencari tenaga kerja tambahan.
“Sebelumnya kami harus bayar banyak orang buat ngerontokin padi secara manual. Sekarang cukup pakai mesin, hasilnya lebih bersih dan cepat. Hemat tenaga, hemat biaya juga,” kata Asep.
Baca Juga:Persib Fokus Pertahankan Tren Positif, Dewa United Jadi Target Berikutnya!Ciamis Kembali Jadi Percontohan Nasional, Rombongan dari Kalimantan Datang Belajar Kelola Sampah
Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya memudahkan pekerjaan petani, tetapi juga meningkatkan semangat mereka untuk terus bertani di tengah tantangan harga pupuk dan cuaca yang tak menentu.
“Petani jadi semangat lagi, karena ada perhatian nyata dari pemerintah. Hasil panen pun terasa meningkat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Entis Sutisna, petani lainnya di Batujajar Timur. Ia menilai penggunaan alsintan telah memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas lahan.
