Ia menjelaskan, setelah data kebutuhan tenaga kerja dihimpun, pihaknya akan bersinergi dengan Balai Latihan Kerja (BLK). Di sana, pelatihan disesuaikan agar lulusan tidak hanya punya sertifikat, tetapi juga keterampilan yang langsung bisa diadopsi oleh industri.
“Jadi, setelah kami mengetahui kebutuhan di perusahaan, kami akan coba berkoordinasi dengan BLK agar pembelajaran dan pelatihan yang diberikan tepat sasaran, lalu tenaga kerja yang sudah dilatih bisa langsung disalurkan ke perusahaan,” jelasnya.
Tresna menekankan, Cimahi Job Connect bukan tentang mengulang pola lama. Katanya, seperti job fair, tapi pihaknya ingin lebih menekankan pada pelayanan langsung kepada perusahaan.
Baca Juga:Momentum Hari Pahlawan, Billy Martasandy Ajak Generasi Muda Jadi Pejuang di Era ModernPembangunan PLTA Upper Cisokan Dipastikan Sesuai Aturan dan Bawa Manfaat bagi Masyarakat
“Kami ingin tahu apa kebutuhan mereka di tahun depan,” cetusnya.
Dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, arah kebijakannya pun serupa, membangun sinergi lintas wilayah.
“Dari Gubernur Jawa Barat juga diarahkan agar setiap kabupaten/kota mengumpulkan data perusahaan di wilayahnya dan disinkronkan dengan daerah lain, bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan setempat untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja,” jelas Tresna.
Ia juga menegaskan, kerja sama tak dibatasi oleh wilayah administratif.
“Kita terbuka bukan hanya di Cimahi. Di luar Cimahi pun kita terbuka sekali. Misalnya dari Cikarang kalau memang dibutuhkan, bisa kita coba koordinasikan,” ujarnya.
Soal pelatihan, Tresna memilih konsistensi. Program yang terbukti efektif akan tetap dijalankan.
“Kalau pelatihan yang sudah berjalan dan terbukti bermanfaat bagi pekerja dan calon pekerja, akan kita pertahankan. Apalagi kalau penyedianya atau LPK-nya memang mampu menyalurkan warga Cimahi yang sudah dilatih ke perusahaan atau komunitas yang mereka punya, baik secara mandiri atau melalui jaringan LPK-nya,” terangnya.
Dalam waktu dekat, Disnaker Cimahi juga akan turun langsung, menggandeng perusahaan dan BLK.
Baca Juga:Pabrik Pengelolaan Sampah Senilai USD 200 Juta Bakal Dibangun di Jawa Tengah!FSRU Lampung Terima Kargo LNG, Jaga Keandalan Layanan Energi untuk Kelistrikan
“Kita berstrategi di bulan ini, bekerja sama dengan BLK dan perusahaan, untuk mengambil mereka langsung, memberikan arahan dan seleksi kepada pencari kerja. Untuk sementara difokuskan ke lulusan SMK dan SMA dulu, tapi ke depan bisa diperluas untuk umum. Kita jemput bola,” ujarnya menutup. (Mong)
