TMMD Rajut Kemandirian dan Kebersamaan di Desa Sukamulya

TMMD Rajut Kemandirian dan Kebersamaan di Desa Sukamulya
Anggota TNI AD bersama masyarakat Desa Sukamulya Kecamatan Purwadari Kabupaten Ciamis bergotong royong membagun jalan desa dalam program TMMD ke-126 Kodim 0613/Ciamis sejak 8 Oktober hingga 6 November 2025. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Suara deru mesin diesel dan gemeretak cangkul telah berganti dengan senyum lega dan tawa bahagia. Udara di Desa Sukamulya, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, seakan lebih segar pada awal November ini. Selama sebulan penuh, dari 8 Oktober hingga 6 November 2025, desa yang sempat terpencil ini menjadi bukti nyata perpaduan semangat tentara dan rakyat dalam gelaran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 0613/Ciamis.

Program yang mengusung tema ‘Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah’ ini bukan sekadar proyek fisik. Ia adalah sebuah mozaik indah tentang gotong royong, di mana seragam hijau loreng menyatu dengan kaus basah warga, membangun bersama demi kemajuan desa.

Sasaran fisik menjadi prioritas utama. Hasilnya membanggakan, 595 meter jalan penghubung antardusun yang sebelumnya berbatu dan berlumpur, kini berubah menjadi akses yang mulus, bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat. Bagi warga, ini lebih dari sekadar aspal, ini adalah jalan pengharapan.

Baca Juga:Larangan Impor Pakaian Bekas Matikan Pelaku Usaha Thrifting, Hipmi: Harus Diiringi Kemandirian IndustriDemi Gaet Investor Frontier, Indonesia Tawarkan Reformasi Fiskal dan Dua Hal Ini!

“Dulu kami harus memutar jauh, jalan yang licin dan berbatu membuat kami kesulitan membawa hasil bumi ke pasar. Sekarang, waktu tempuh berkurang hampir separuh. Ini sangat meringankan dan membuka peluang ekonomi yang lebih besar,” ujar Kepala Desa Sukamulya, Entan Surahman, dengan wajah berbinar, saat penutupan TMMD ke-126 yang dipimpin langsung oleh Komandan Resor Militer (Danrem) 062/Tarumanegara, Kolonel Inf Dadi Sutandi, Kamis (6/11/2025).

Kehadiran jalan baru ini ibarat membuka keran distribusi. Hasil pertanian seperti padi, palawija, dan buah-buahan kini dapat dengan mudah dan cepat sampai ke tangan konsumen, meningkatkan nilai jual dan pendapatan warga.

Selain infrastruktur publik, TMMD juga menyentuh ranah personal yang paling dalam, yakni tempat tinggal. Program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) memberikan transformasi nyata bagi lima keluarga kurang mampu.

Salah satunya adalah Onah (64 tahun), warga Dusun Karangtengah. Perempuan sepuh itu tak kuasa menahan haru ketika menatap rumah barunya yang telah berdiri kokoh, menggantikan gubuk reyot yang selama ini ditinggalinya. Atap yang bocor dan dinding yang lapuk kini telah berubah menjadi tempat tinggal yang layak huni.

0 Komentar