“Dulu kalau hujan, kami harus menaruh ember di mana-mana. Sekarang, saya tidak menyangka di usia tua bisa menempati rumah yang bagus dan kuat seperti ini. Terima kasih, Nak, terima kasih TNI,” ucapnya sambil menyeka air mata bahagia, menggambarkan betapa sentuhan program ini langsung menyentuh hati.
Keunikan TMMD terletak pada keseimbangannya. Di balik pembangunan fisik, terselenggara pula serangkaian kegiatan non-fisik yang bertujuan memperkuat ketahanan mental dan sosial masyarakat. Berbagai penyuluhan digelar, mencakup wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, pencegahan paham radikalisme, hingga materi praktis seperti pertanian modern, teknik pemasaran UMKM, dan pencegahan stunting.
Komandan Kodim 0613/Ciamis, Letkol Inf Afiid Cahyono, menegaskan filosofi di balik pendekatan ini. “Jalan dan rumah bisa kita selesaikan dalam hitungan minggu. Namun, membangun kesadaran, semangat nasionalisme, dan ketahanan masyarakat dari ancaman narkoba atau radikalisme membutuhkan proses dan pendekatan yang humanis. Inilah esensi TMMD yang sesungguhnya,” tegasnya.
Baca Juga:Larangan Impor Pakaian Bekas Matikan Pelaku Usaha Thrifting, Hipmi: Harus Diiringi Kemandirian IndustriDemi Gaet Investor Frontier, Indonesia Tawarkan Reformasi Fiskal dan Dua Hal Ini!
Pendekatan humanis itu terwujud dalam interaksi keseharian. Selama sebulan, prajurit TNI tidak tinggal di barak, tetapi menginap di rumah-rumah warga. Mereka makan dari dapur yang sama, bercengkrama, dan bekerja bahu-membahu. Ikatan emosional pun terjalin erat.
“Kehadiran mereka seperti saudara sendiri. Setiap pagi kami bergotong royong. Mereka tidak cuma memberi tenaga, tapi juga motivasi dan teladan disiplin. Anak-anak di sini sekarang sangat antusias dan bersemangat,” tutur Asep Rahmat, Kepala Dusun Cikadongdong.
Aneka kegiatan sosial seperti pengobatan gratis, pasar murah, dan penanaman pohon semakin mempertebal rasa kebersamaan, melukiskan betapa TNI dan rakyat adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan.
Upacara penutupan TMMD ke-126 pada 6 November 2025 bukanlah akhir, melainkan sebuah titik tolak baru. Letkol Afiid Cahyono, dalam amanatnya, berpesan agar semangat kebersamaan ini tidak padam. “TMMD ini adalah pemantik. Kami percaya, dengan semangat yang telah tumbuh ini, warga Sukamulya akan terus bergerak maju, merawat hasil pembangunan, dan menulis sendiri chapter kemandirian mereka,” ujarnya.
Komitmen serupa disampaikan Kades Entan. Pemerintah desa berjanji akan menjaga dan memelihara setiap hasil pembangunan TMMD agar manfaatnya berkelanjutan untuk generasi mendatang.
