Selain itu, hasil pemeriksaan laboratorium yang telah keluar akan segera dilaporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) melalui koordinator wilayah setempat.
Dalam kesempatan yang sama, Saifuddin juga memberikan gambaran mengenai perkembangan SPPG di Kota Banjar. Berdasarkan data terakhir per 30 Oktober 2025, terdapat 23 SPPG yang tersebar di empat wilayah kecamatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 19 unit di antaranya sudah beroperasi aktif. Dari sisi kelayakan, capaian yang cukup signifikan ditunjukkan dengan 13 SPPG yang telah mengantongi Sertifikat Layak Higiene Sanitasi (SLHS).
Kemajuan juga terlihat dalam pemantauan kualitas, di mana 17 SPPG telah melaksanakan pemeriksaan sampel makanan, dan 18 SPPG telah menjalani Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL). Seluruh penjamah makanan dari 23 SPPG tersebut juga telah mengikuti pelatihan untuk memastikan standar keamanan pangan. (CEP)
