FK dan LPPM Unjani Gelar Deteksi Dini Sindrom Metabolik Terhadap para Dosen dan Tenaga Kependidikan

FK Unjani
Fakultas Kedokteran (FK) Unjani menyelenggarakan Pengabdian Masyarakat yang bertajuk “Deteksi Dini Sindrom Metabolik dan Edukasi Pola makan sehat untuk memperbaiki profil metabolic”.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dalam rangka pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, Departemen Biokimia bekerjasama dengan berbagai departemen lain di Fakultas Kedokteran Unjani menyelenggarakan Pengabdian Masyarakat yang bertajuk “Deteksi Dini Sindrom Metabolik dan Edukasi Pola makan sehat untuk memperbaiki profil metabolic”.

Kegiatan yang digelar pada 16-17 Oktober 2025 itu didukung penuh oleh Fakultas Kedokteran Unjani dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unjani.

Deteksi dini Sindrom Metabolik dilakukan di Laboratorium Biokimia FK Unjani dengan sasaran utama para-Dosen dan Tenaga Kependidikan FK Unjani.Sebanyak tidak kurang dari 100 pegawai yang bersemangat untuk dicek profil metabolik dan pemeriksaan lainnya.

Baca Juga:Perkuat Kemitraan, Menteri P2MI Ajak Media Ikut Informasikan Migrasi Aman dan BermartabatDaya Group Raih Dua Penghargaan di Ajang Triputra Improvement Forum XX 2025

Dr. Iis Inayati Rakhmat, dr., M.Kes selaku Ketua Pengmas mengatakan, kegiatan dilakukan sebagai salah satu upaya mendeteksi status metabolik pegawai FK Unjani untuk dilihat apakah mereka sudah terkena Sindrom Metabolik atau tidak.

Selain mendeteksi dini Sindrom Metabolik. Pengmas juga menggelar Webinar pada 19 Oktober 2025. Webiner yang menghadirkan Narasumber dokter Gizi terkenal Dr. Gaga Irawan Nugraha, dr., M.Gizi., Sp.GK., Sub.Sp KM.

Acara yang dibuka oleh Dekan FK Unjani, Dr. Wendra, dr., M.Kes., FIHFAA., PAK (K) itu mengedukasi pola makan sehat. Kegiatan diikuti lebih dari 200 orang yang berasal dari seluruh Indonesia. Mereka tampak sangat antusias dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan pada Narasumber.

Dalam kesempatan itu, Iis menyampaikan bahwa Webinar edukasi pola makan sehat untuk memperbaiki profil metabolik dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari pemeriksaan awal dimana sebagian besar peserta pengmas ini ternyata memiliki resiko Sindrom Metabolik.

“Untuk peserta dari luar kampus, edukasi ini sangat bermanfaat sebagai bekal untuk menjalankan hidup sehat untuk menghindari berbagai resiko penyakit kronis di usia senja,” katanya.

Setelah mengikuti webinar, para peserta pengmas diajak untuk mengimplementasikan pola makan sehat yang akan diobservasi selama 8 minggu ke depan dan diakhiri dengan kembali dilakukan pemeriksaan laboratorium, tekanan darah, dan antropometri.

“Harapannya, seluruh peserta khususnya mereka yang memiliki resiko tinggi sindrom metabolik dapat diperbaiki profil metaboliknya,” pungkas Iis. (*)

0 Komentar