Julukan itu diberikan setelah ia menjuarai lomba di Tasikmalaya tahun 2022. “Mang Bejod bilang, ‘Abang udah layak, biar viral, biar dikenal.’ Dari situlah nama itu nempel terus.”
Kini, kandangnya menampung lebih dari 80 pasang burung Jablay. Beberapa burung legendaris nasional seperti Jerman, , Dewa Mabok, dan Hoki kini berada dalam koleksinya. “Saya beli bukan cuma untuk lomba, tapi untuk meneruskan darah dan karakter mereka,” jelasnya.
Filosofi Bintang Lima
Bagi Pandu, merpati bukan sekadar hobi. Ada filosofi hidup di baliknya– yang ia sebut Filosofi Bintang Lima.
Baca Juga:PT Agrinas Palma Nusantara Digugat Warga, IAW Sebut Legalitas Masih RapuhSamsung Umumkan Pemenang SFT 2025, Dua Tim Siap Berlaga ke Tingkat Global
“Jenderal paling tinggi bintang lima. Hotel paling mahal juga bintang lima. Jadi saya ingin Pandu Jaya punya kualitas bintang lima. Tapi bukan berarti sombong, tapi harus punya derajat dan nilai,” jelasnya.
Ia bahkan memberikan hadiah motor Honda Beat bagi siapa pun yang menjuarai lomba nasional menggunakan ring ternakan Pandu Jaya. “Itu bentuk terima kasih saya. Biar semua orang tahu, Pandu Jaya itu bukan cuma nama, tapi komitmen,” katanya tegas.
Sayap di Balik Sayap
Di balik suksesnya, ada sosok yang selalu mendukung tanpa banyak kata: sang istri.
“Setiap beli burung, berapa pun harganya, istri tahu. Kalau jual pihikan, hasilnya saya kasih ke dia. Dia ibu negara,” ucapnya sambil tertawa lebar.
Bagi Pandu, keterbukaan adalah kunci keberkahan. “Rezeki itu ngalir kalau kita jujur. Burung-burung yang saya punya sekarang, yang dulu saya cuma bisa impikan, itu hasil kerja keras dan restu keluarga,” tuturnya.
Dari Akar Rumput untuk Langit Merpati
Meski namanya kini harum di dunia nasional, Pandu tak lupa darimana ia berasal.
“Tim besar itu bisa punya burung bagus karena dari akar rumput. Jadi jangan pernah lupakan peternak kecil. Rezeki sudah ada yang ngatur,” katanya mantap.
Baca Juga:DPR RI Desak KLH Tinjau Ulang Penutupan Usaha di PuncakBudget Sejutaan? Ini 5 Hal yang Perlu Kamu Cek Sebelum Beli Ponsel
Ia percaya, setiap generasi merpati akan melahirkan penerus. “Mungkin nanti setelah saya ada lagi yang lebih hebat. Entah anak saya, entah orang lain. Saya cuma ingin jadi bagian dari sejarah dunia merpati Indonesia,” ujarnya pelan.
