JABAR EKSPRES – Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) berdatangan ke Gedung Graha Widya Wisuda untuk berjumpa dengan tokoh inspiratif.
Mereka memadati area pelataran gedung sambil mengantre dengan teratur. Saat itu, acara tersebut hendak dimulai dan para mahasiswa mulai memasuki gedung.
Tokoh inspiratif yang hadir yakni, Najwa Shihab, Nicholas Saputra, dan Raditya Dika. Mereka bertiga berbagi cerita kepada para mahasiswa agar menemukan passion dan menjadikannya kenyataan.
Baca Juga:Konser “The Journey Continues by Aloka", Peterpan Berhasil Bawa Euforia Generasi ke GenerasiPGN Rayakan Hari Pangan Dunia 2025 Bersama Warga Pesisir Muara Gembong
Kata CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, meski Generasi Z memiliki semangat tinggi hingga senang berinovasi. Kalangan itu kerap memiliki permasalahan.
Masalah yang dimaksud, lanjut dia, Generasi Z terkadang memiliki dilema untuk memilih keputusan yang akan diambil.
“Nah, Grab hadir untuk menjadi jebatan supaya bisa ada dialog antara beda generasi. Sehingga bisa saling belajar dan saling menginspirasi,” kata Neneng Goenadi saat ditemui, pada Rabu (22/10/2025).
Ia menutur, hadirnya ketiga tokoh inspiratif tersebut dapat memberikan contoh kepada Generasi Z agar bisa memilih passion.
“Jadi, kita mengambil ikon-ikon yang bisa memberikan contoh kepada Gen Z. Untuk bisa, mereka bisa memilih. What are they passionate about?” jelas dia.
Dia melanjutkan, pihaknya akan terus menciptakan ruang bagi Generasi Z untuk menemukan passion agar menjadi kenyataan.
“Sehingga adik-adik generasi muda yang keren-keren, yang semangat ini itu punya ruang untuk yang aman, positif, dan suportif. Intinya itu,” lanjut dia.
Baca Juga:Gubernur Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Pemimpin Percepatan Ekonomi DaerahDirut Pertamina Beri Apresiasi atas Kontribusi dan Semangat Perwira Saka Subholding Gas
Sementara itu, usai menghadiri kegiatan tersebut, mahasiswa IPB Daffa Khoirudin (20) mengungkapkan, memiliki passion yang berangkat dari hobi traveling dan melihat alam lalu dituangkan ke dalam gambar.
Dirinya mengatakan, mulai mengambil langkah untuk improvisasi guna mengembangkan passion menggambarnya itu.
“Passion ga dikejar tapi dia berjalan beriringan sama gue, ga ada bakaran harus mencapai target tertentu tapi harus tumbuh bareng sesuai passion yang gue mau,” ungkap Daffa.
Adapun, Fahmi Fauzi (18) memiliki passion untuk berwirausaha karena sudah belajar dari orang tuanya. Kini, dia mencari teman dengan kesamaan passion untuk belajar dan membuat bisnis bersama.
Dirinya menambahkan, tidak akan lepas dari belajar untuk terus mengembangkan passionnya dengan cara mencari seminar wirausaha dan pengalaman.
