Persib vs Persijap: 90 Menit Menuju Takhta, Saat Takdir Maung Bandung Ditentukan di Rumah Sendiri

Persib vs Persijap: 90 Menit Menuju Takhta, Saat Takdir Maung Bandung Ditentukan di Rumah Sendiri
Ilustrasi: Pemain Persib Bandung mengikuti official training di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Gedebage, Kota Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Langit Kota Bandung, Sabtu sore 23 Mei 2026, mungkin akan terasa berbeda. Jalanan menuju Stadion Gelora Bandung Lautan Api dipastikan dipenuhi lautan biru.

Ribuan Bobotoh akan datang lebih cepat dari biasanya. Ada yang memakai jersey lama penuh kenangan. Ada yang membawa syal. Ada pula yang hanya membawa satu harapan: menyaksikan Persib berdiri di puncak.

Musim panjang selama hampir sepuluh bulan akhirnya mengantar Persib pada satu titik paling menentukan. Pekan terakhir Super League 2025/2026 menghadirkan duel kontra Persijap Jepara.

Baca Juga:Persib Bandung Selangkah Menuju Juara, Polres Sumedang Fasilitasi Bobotoh Nobar Jelang Laga Persib Bandung Kontra Persijap Jepara, Polda Jabar Antisipasi Penyusup dan Perusuh 

Bukan sekadar pertandingan penutup. Ini adalah ujian terakhir menuju gelar juara. Persib hanya membutuhkan satu poin untuk memastikan trofi tetap berada di Bandung.

Namun sepak bola selalu punya cara mengingatkan bahwa tak ada kemenangan yang datang sebelum peluit akhir berbunyi.

Di atas kertas, situasi menguntungkan berpihak kepada pasukan Bojan Hodak. Mereka masih memimpin klasemen dengan 78 poin dan unggul dua angka dari pesaing terdekat.

Bermain di kandang sendiri menjadi modal besar. Namun justru di titik seperti inilah tekanan paling berat lahir.

Persib tidak hanya sedang mengejar tiga poin. Mereka sedang menghadapi ekspektasi satu kota.

Bandung sudah terlalu dekat dengan pesta. Rute konvoi juara bahkan sudah mulai dibicarakan. Euforia mulai terasa di berbagai sudut kota. Tetapi ruang ganti Persib memilih bicara berbeda. Fokus, tenang, satu laga belum selesai.

Bek Persib Federico Barba menegaskan seluruh pemain memiliki tujuan yang sama: menuntaskan pekerjaan terakhir musim ini. Tidak ada ruang untuk terlalu cepat merayakan sesuatu yang belum benar-benar menjadi milik mereka

Ada alasan mengapa kewaspadaan menjadi kata yang terus diulang.

Baca Juga:Efek Euforia Persib, Hotel di Bandung Mulai Diserbu Jelang Potensi Pesta JuaraPersib vs Persijap Jadi Laga Penentu Juara, Bojan Hodak Ingatkan Bobotoh Tak Invasi Lapangan!

Persijap bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Tim berjuluk Laskar Kalinyamat justru pernah memberi luka kepada Persib di putaran pertama.

Pelatih Bojan Hodak bahkan secara terbuka mengingatkan timnya bahwa Persijap mampu menjadi ancaman nyata. Momentum terakhir kompetisi sering kali melahirkan kejutan-kejutan yang tidak terduga.

Persib juga datang ke pertandingan ini dengan situasi yang tidak sepenuhnya ideal. Beberapa pemain harus absen. Namun musim panjang sudah membuktikan bahwa kekuatan Maung Bandung tidak hanya terletak pada satu atau dua nama.

0 Komentar