JABAR EKSPRES — Suasana semarak tampak di lapangan sebelah Jembatan Kali Nawan, Desa Pantai Harapan Jaya, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (16/10). Sejak pagi, warga dari anak-anak hingga orang dewasa bergantian mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis dan menikmati pembagian makanan bergizi.
Kegiatan tersebut digelar oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, dalam rangka memperingati Hari Pangan Dunia 2025 yang jatuh pada 16 Oktober. Mengusung tema “Together for a Future with Fair and Sustainable Food Access”, PGN berkolaborasi dengan PGN Solution, serta mitra sosial Kitabisa.com, Salam Setara, dan Pasukan Anti Lapar.
Sebanyak 330 porsi makanan bergizi dibagikan kepada anak-anak, petani, nelayan, dan warga sekitar. Selain itu, masyarakat juga mendapat layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta penyuluhan tentang pentingnya menjaga asupan gizi untuk mencegah stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.
Baca Juga:Gubernur Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Pemimpin Percepatan Ekonomi DaerahDirut Pertamina Beri Apresiasi atas Kontribusi dan Semangat Perwira Saka Subholding Gas
“Desa kami berada di ujung wilayah Bekasi, dekat laut. Fasilitas kesehatan cukup jauh, jadi kegiatan seperti ini sangat berarti bagi warga,” ujar Matim, tokoh masyarakat setempat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut agar semakin banyak warga memahami pentingnya gizi seimbang bagi keluarga.
Desa Pantai Harapan Jaya dikenal sebagai wilayah pesisir dengan beragam tantangan. Sebagian besar warganya bekerja sebagai petani, nelayan, dan peternak. Meski hidup sederhana, mereka tetap berdaya dengan memanfaatkan potensi alam sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“PGN percaya bahwa energi baik tidak hanya mengalir melalui jaringan gas bumi, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi kami dalam mendukung ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat,” ujar Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman.
Bagi PGN, peringatan Hari Pangan Dunia bukan sekadar momentum seremonial, melainkan kesempatan untuk memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan. Pangan, kesehatan, dan energi merupakan tiga aspek yang saling terhubung, dan melalui kegiatan ini, ketiganya berpadu dalam semangat gotong royong dan kepedulian sosial.
