Sampah Terbawa Arus Sungai Jadi Bom Waktu, Pemkot Bandung Lakukan Langkah Cepat

Sampah Terbawa Arus Sungai Jadi Bom Waktu, Pemkot Bandung Lakukan Langkah Cepat
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin (Sadam Husen / JE)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim hujan, khususnya terkait potensi sampah yang terbawa arus sungai dan memicu banjir di sejumlah wilayah.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung untuk memperketat pengawasan dan pembersihan di titik-titik rawan sampah, terutama di aliran sungai.

“Kami bersama DLH berkolaborasi menjaga jangan sampai ada sampah di jalan yang terbawa arus ke sungai. Kita antisipasi seperti itu. Berbagai hal kami lakukan, termasuk pembersihan rutin di lokasi-lokasi yang berpotensi menyumbat aliran air,” ujar Erwin, Kamis (23/10.

Baca Juga:Oihan Sancet Diproyeksikan Jadi Motor Baru Manchester UnitedJurgen Klopp Buka Peluang Kembali ke Liverpool?

Erwin mengakui bahwa persoalan pengangkutan sampah masih menjadi tantangan tersendiri. Saat ini, sistem pengelolaan sampah di Kota Bandung menggunakan metode tonase, di mana kapasitas pengangkutan harian berkurang dari 1.200 ton menjadi 980 ton.

“Terus terang kita masih ada kendala, karena sekarang sistemnya tonase. Dulu 1.200 ton, sekarang hanya 980 ton yang bisa diangkut. Jadi kita betul-betul fokus untuk menanganinya bersama-sama,” kata dia.

Langkah antisipasi ini dilakukan menyusul meningkatnya curah hujan di beberapa pekan terakhir yang menyebabkan sejumlah kawasan di Bandung kembali tergenang. Pemkot Bandung tak ingin banjir kembali diperparah oleh tumpukan sampah di sungai dan saluran air.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung dan sejumlah lembaga pemantau sungai, persoalan sampah di aliran sungai Bandung memang masih serius. Di Sungai Cikapundung, misalnya, pada satu aksi pembersihan pada Juni 2024, berhasil diangkat sekitar 1,4 ton sampah hanya dalam satu hari.

Selain itu, Sungai Cikapundung Kolot juga tercatat menghasilkan sekitar 250 kilogram sampah per hari pada pertengahan 2024. Sementara laporan DLH Jawa Barat menyebutkan, dari 46 sungai dan anak sungai di Kota Bandung, sebagian besar berada dalam kondisi kritis akibat timbunan sampah dan sedimentasi.

Secara keseluruhan, produksi sampah di Kota Bandung mencapai 1.529 ton per hari, dan sebagian di antaranya masih berpotensi masuk ke sungai.

Kondisi ini diperburuk oleh berkurangnya kuota pembuangan sampah ke TPA Sarimukti, yang sebelumnya mencapai 1.200 ton per hari, kini rata-rata hanya sekitar 980 ton per hari yang bisa diangkut keluar kota.

0 Komentar