JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung menyiapkan penyertaan modal sebesar Rp10 miliar pada tahun 2026 untuk memperkuat 100 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang sudah aktif dan berjalan.
Setiap koperasi akan memperoleh modal tambahan sebesar Rp100 juta sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan, dukungan tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis desa.
Baca Juga:Infrastruktur Amburadul, DPRD Kabupaten Bandung Barat Angkat Bicara!Tanggapi Pasien Diantar Odong-Odong di Solokanjeruk, DPRD Kabupaten Bandung: Ambulans Desa Harus Sigap!
“Tahun depan saya siapkan Rp10 miliar berupa penyertaan modal untuk minimal 100 KDKMP. Setiap desa akan diberi Rp100 juta, dengan catatan koperasinya sudah aktif dan berjalan,” katanya di Soreang, Senin (20/10/2025).
Menurutnya, KDKMP merupakan program strategis nasional yang lahir dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, dengan tujuan memperkuat ekonomi masyarakat melalui wadah koperasi di setiap desa dan kelurahan.
“Program KDKMP ini hadir dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan membangkitkan semangat masyarakat agar lebih produktif,” ujarnya.
Selain memberikan dukungan permodalan, Pemkab Bandung juga terus melakukan percepatan pelaksanaan program melalui roadshow KDKMP yang digelar di seluruh kecamatan.
Dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung, seluruhnya telah dikunjungi Kang DS bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Roadshow ini kami lakukan untuk mendengar langsung kondisi di lapangan, potensi yang ada di desa, dan kendala yang dihadapi koperasi. Setelah tingkat kecamatan selesai, ke depan kami lanjutkan ke desa bahkan ke dusun,” jelasnya.
Kang DS sapaan akrabnya menginstruksikan agar para Kepala Desa, Ketua KDMP, Ketua BUMDes, dan Ketua BPD juga melakukan roadshow serupa di wilayahnya masing-masing.
Baca Juga:Suhu Udara di Kabupaten Bandung Terasa Panas Menyengat, BMKG Beberkan Faktor PenyebabnyaViral Pasien Dibawa Pakai Odong-odong, Dinkes Kabupaten Bandung Tegaskan Layanan Ambulans Gratis 24 Jam
Tujuannya untuk mendata potensi ekonomi lokal, jumlah warga yang belum memiliki pekerjaan, dan peluang usaha yang bisa dikembangkan.
“Libatkan RT dan RW dalam pendataan. Ajak warga yang masih menganggur untuk ikut program KDMP dan MBG supaya bisa punya penghasilan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Kang DS menilai KDKMP memiliki kaitan erat dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Program MBG membutuhkan suplai bahan pangan dalam jumlah besar, yang bisa disediakan oleh koperasi-koperasi di desa.
