“Hubungan KDKMP dengan MBG sangat erat. KDKMP hadir untuk mensupport kebutuhan dapur MBG. Potensi di desa bisa diarahkan ke sana,” katanya.
Kang DS mencontohkan, KDKMP di Kecamatan Pangalengan sudah mampu menghasilkan keuntungan hingga Rp1,4 miliar per tahun, dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp300 juta yang kembali ke desa.
“Kalau semua desa bisa seperti ini, saya yakin angka pengangguran di Kabupaten Bandung akan menurun dan masyarakat semakin sejahtera,” tuturnya.
Baca Juga:Infrastruktur Amburadul, DPRD Kabupaten Bandung Barat Angkat Bicara!Tanggapi Pasien Diantar Odong-Odong di Solokanjeruk, DPRD Kabupaten Bandung: Ambulans Desa Harus Sigap!
Selain penyertaan modal dari Pemkab Bandung, desa juga dapat menambah modal usaha KDKMP melalui musyawarah desa (musdes) dengan memanfaatkan Alokasi Dana Perimbangan Desa (ADPD).
“Kalau lewat musdes disepakati, desa bisa ikut memperkuat permodalan koperasi. Hasil usahanya nanti kembali lagi ke masyarakat,” tambahnya.
Kang DS berharap pengurus koperasi memperhatikan lima hal penting: peningkatan kualitas SDM yang paham digitalisasi, pengelolaan big data, riset dan pengembangan, penguatan kelembagaan, serta tata kelola keuangan yang baik.
“Saya ingin masyarakat Kabupaten Bandung sejahtera. Jika KDKMP berjalan baik, Insyaallah ekonomi rakyat tumbuh, uang berputar di rakyat, dan desa menjadi kuat,” pungkasnya.
