Suhu Udara di Kabupaten Bandung Terasa Panas Menyengat, BMKG Beberkan Faktor Penyebabnya

Warga mengenakan payung saat berjalan di Jalan Turangga, Kota Bandung, Kamis (16/10). Badan Meteorologi, Klima
Warga mengenakan payung saat berjalan di Jalan Turangga, Kota Bandung, Kamis (16/10). Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) Bandung mencatat suhu maksimum Kota Bandung mencapai 35,4 derajat pada awal Oktober 2025. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Cuaca panas tengah menyengat wilayah Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, jika suhu maksimum bisa mencapai 35 derajat selsius.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, pihaknya telah melakukan analisa dinamika cuaca skala lokal.

“Di Kabupaten Bandung dan sekitarnya (Bandung Raya), ini masih terdapat pengaruh lokal yang mendukung potensi pertumbuhan awan konvektif,” katanya kepada Jabar Ekspres, Kamis (16/10).

Baca Juga:Haris Setiawan Kembali Pimpin Muaythai Kabupaten Bogor, Targetkan 5 Emas di Porprov 2026Mayat Pria yang Gegerkan Warga Cibinong, Diduga Konflik Cinta Remaja

Pembentukan awan konvektif yang dimaksud itu, yakni kelembapan udara pada lapisan 850 milibar (mb) dan 700 mb, dengan lembap di angka 50 hingga 90 persen untuk wilayah Kabupaten Bandung.

Rahayu atau akrab disapa Ayu menerangkan, untuk analisis streamline (pola angin), menunjukkan dominasi angin timuran (Monsun Australia) di wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bandung.

“Analisis suhu minimum dan maksimum, ini di Kabupaten Bandung bahkan Bandung Raya, suhu minimumnya di antara 18 sampai 20 derajat selsius,” terangnya.

“Kalau untuk suhu maksimumnya, di Bandung Raya tercatat di antara 31,0 sampai 35 derajat selsius,” lanjut Ayu.

Berdasarkan data di BMKG Stasiun Geofisika Bandung, tercatat bahwa suhu udara minimum terendah bulan ini terjadi pada 9 Oktober 2025.

Sedangkan untuk suhu udara maksimum yang terjadi bulan ini di Kabupaten Bandung, Ayu berujar, tercatat pada 4 Oktober 2025.

“Suhu minimum terjadi pada 9 Oktober 2025 sebesar 18,6 derajat selsius, suhu maksimum tertinggi di 4 Oktober 2025, yaitu 35,4 derajat selsius,” ujarnya.

Baca Juga:Andri Gunawan Kecam Tayangan TV yang Diduga Lecehkan Pesantren dan Ulama: Ini Krisis KebudayaanPangkas Dana Transfer Daerah, Pakar Unpad Peringatkan Potensi Ketimpangan

Ayu menjelaskan, suhu panas yang terjadi dan dirasakan masyarakat, disebabkan oleh minim tutupan awan, masa peralihan, dan posisi matahari yang bergerak ke selatan.

“Penyebab cuaca yang terasa panas beberapa hari ini, pertama karena minim tutupan awan, sinar matahari langsung menembus tanpa hambatan,” jelasnya.

Ayu memaparkan, adapun faktor lainnya, suhu udara begitu panas karena saat ini dalam masa pancaroba, peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

“Dan adanya pergesaran matahari ke posisi selatan wilayah Indonesia,” paparnya.

Ayu menuturkan, untuk suhu panas di siang hari diprediksi masih fluktuatif terjadi, dengan prakira hingga akhir Oktober 2025 mendatang.

“Akan tetapi dalam dua hari ke depan, diprediksi akan mulai terjadi hujan kembali, sehingga panas di siang hari akan dilepaskan,” tuturnya.

0 Komentar