Zulkifli Hasan Lempar Sinyal soal Dedi Mulyadi, Sorakan '2029' Menggema di Bandung

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kedua kanan) bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kanan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kedua kanan) bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kanan) dan Kepala BRIN Arif Satria (ketiga kanan) berjalan menuju lokasi Apel Siaga Jabar Berseka dan deklarasi aksi pilah sampah dari rumah di SOR Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (24/7/2026). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, melontarkan pernyataan yang memicu perhatian publik saat menghadiri kegiatan di Sport Arcamanik, Bandung, Jumat (24/7).

Dalam sambutannya, ia menyebut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memiliki aura yang diyakininya akan “menggetarkan Indonesia.” Pernyataan tersebut disampaikan sesaat sebelum Zulkifli Hasan memberikan sambutan di hadapan peserta kegiatan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan itu mengatakan Dedi Mulyadi memiliki aura yang berbeda. “Auranya bakal menggetarkan Indonesia,” katanya dari atas panggung.

Baca Juga:SPP Sekolah Negeri Hanya Fatamorgana, Jabar Mampu Gratiskan Hingga Swasta!Kekeringan Kian Meluas, Dari Perkampungan hingga Kawasan Perkotaan Tasikmalaya Mulai Krisis Air Bersih

Ucapan tersebut langsung disambut sorakan para peserta yang meneriakkan, “2029!” Merespons teriakan itu, Zulkifli Hasan sempat berseloroh.

“Apa tuh 2029, sekarang kan 2026. Oh yang tadi. Makanya saya bersemangat kalau ke Jawa Barat. Nanti udah susah tuh ditemui kalau 2029,” cetusnya.

Pernyataan tersebut memunculkan spekulasi terkait arah politik nasional, mengingat tahun 2029 merupakan jadwal pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres).

Nama Dedi Mulyadi sendiri belakangan kerap disebut sebagai salah satu figur yang dinilai memiliki peluang di kancah politik nasional, seiring tingkat popularitas dan kepuasan publik terhadap kepemimpinannya di Jawa Barat.

Berdasarkan survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI), tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Dedi Mulyadi mencapai 95,4 persen.

Respon Gubernur

Menanggapi hasil survei tersebut, Dedi Mulyadi memilih merespons dengan santai. Menurutnya, capaian itu merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Jawa Barat, bukan semata-mata karena dirinya.

“Yang kerja itu Pemprov. Sampai Kabupaten/Kota, sampai RT/RW, sampai Kepala Desa, Kelurahan, Camat, dan seluruh warga,” katanya, Jumat (24/7).

Baca Juga:Golkar Cianjur Tegaskan Komitmen Kawal Pemerintahan Wahyu-Ramzi16.869 Jiwa di Tasikmalaya Mulai Kesulitan Air Bersih, BPBD Siapkan Distribusi 100 Ribu Liter Air

Baginya, survei itu adalah hasil kerja keras seluruh perangkat yang ada. “Itu bukan survei untuk saya. Itu survei di Jawa Barat itu terjadi karena kinerja pembangunan yang relatif baik. Bukan saya kok itu, bukan kerja saya, itu kerja warga Jawa Barat,” katanya.

Peluang Kandidat Pilpres

Direktur LSI, Djayadi Hanan, sebelumnya menilai Dedi Mulyadi memiliki peluang untuk menjadi salah satu alternatif kandidat pada kontestasi politik nasional 2029. Menurutnya, Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia.

“Pemilihnya itu mungkin nanti 2029 mencapai hampir 40 juta. Jadi pastilah Gubernur Jawa Barat, apalagi yang populer seperti Dedi Mulyadi itu, kemungkinan besar menjadi salah satu alternatif untuk berlaga di tingkat nasional,” katanya, Kamis (24/7).

0 Komentar