JABAR EKSPRES – Selama tiga tahun terakhir, kualitas air di Kota Cimahi tercatat berada dalam kategori tercemar berat. Fakta ini menjadi perhatian serius Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta mendorong berbagai langkah strategis untuk memulihkan kondisi lingkungan yang kian mengkhawatirkan.
Kepala Bidang Penataan Hukum Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Ario Wibisono, menegaskan persoalan kualitas air ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah daerah Cimahi saja.
“Permasalahan air di Cimahi itu kompleks dan lintas wilayah. Karena itu, kami bersama KLHK, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Bandung berkolaborasi dalam menyusun rencana aksi bersama untuk perbaikan kualitas air,” jelas Ario saat ditemui Jabar Ekspres di Laboratorium Lingkungan DLH, Senin (20/10/25).
Baca Juga:Krisis Kepercayaan, Jepang Pertimbangkan Tinggalkan AFC dan Bentuk Federasi BaruLouis van Gaal Takkan Latih Timnas Indonesia!
Langkah kolaboratif tersebut dimulai dengan serangkaian pertemuan yang diinisiasi oleh Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa Wilayah I.
Ario menerangkan, pertemuan terakhir yang digelar di Bandung tahun 2025 lalu mengusung tema Finalisasi Rencana Strategi dan Aksi Perlindungan serta Pengelolaan Kualitas Air Kota Cimahi.
Menurutnya kegiatan ini menjadi momen penting karena menandai penyusunan dokumen strategis yang menjadi pedoman bagi seluruh daerah terkait dalam mengelola kualitas air secara berkelanjutan.
“Dokumen rencana aksi itu kini sudah diserahkan ke Bappeda Provinsi Jawa Barat. Nantinya, ini akan menjadi panduan dan master plan peningkatan indeks kualitas lingkungan, khususnya kualitas air, di Jawa Barat dan Cimahi,” ujar Ario.
Menurutnya, rencana aksi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pengawasan sumber pencemar, penataan tata guna lahan di daerah hulu, peningkatan infrastruktur sanitasi, hingga pelibatan masyarakat dalam menjaga sumber air bersih.
Melalui pendekatan lintas wilayah ini, diharapkan hasilnya lebih efektif dalam menekan tingkat pencemaran dan memperbaiki indeks kualitas air Cimahi secara bertahap.
Ario mengungkapkan, sejak awal 2025, sejumlah upaya yang dilakukan mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan pengujian kualitas air permukaan pada periode kedua dan ketiga tahun ini, terjadi perbaikan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga:Sekda Jateng Serukan Makan Makanan Sehat dan BerkualitasGeliatkan Pariwisata Jateng, 1.000 Peserta Ramaikan Slamet Trail Run 2025
“Jika tren ini bertahan, Cimahi berpeluang naik status dari tercemar berat menjadi tercemar sedang,” ucapnya optimistis.
