SMPN 8 Cimahi Atasi Keterbatasan Sarpras di Tengah Kebijakan Rombel

SMPN 8 Cimahi Atasi Keterbatasan Sarpras di Tengah Kebijakan Rombel
Ilustrasi Kegiatan Belajar Mengajar (Dok. Dimas)
0 Komentar

Kolaborasi dengan orang tua dinilai penting untuk menciptakan kenyamanan belajar. Yayat mengatakan, setiap kali ada kegiatan pembagian rapor atau sosialisasi program, pihak sekolah mengajak orang tua melihat langsung kondisi ruang belajar anak-anaknya.

Alhamdulillah, beberapa kelas dipasang kipas angin oleh orang tua sendiri. Mereka paham kondisi kelas yang panas,” tuturnya.

Selain tantangan rombel besar, Yayat juga menyinggung program pelatihan kepemimpinan dan kedisiplinan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat di barak militer.

Baca Juga:Gubernur Banten Nonaktifkan Kepala SMAN 1 Cimarga, Publik: Menampar Siswa Merokok di Sekolah Bukan Kekerasan!Diduga Tekanan KDM, Sayangkan Pencabutan Gugatan FKKS untuk Rombel 50 Siswa

Program ini, kata dia, sudah berjalan tiga tahun dan melibatkan siswa terpilih dari SMPN 8 Cimahi.

“Sekolah setiap tahun mengirimkan empat orang siswa, dua dari pengurus OSIS dan dua lagi dari siswa yang kami anggap spesial. Semuanya atas izin orang tua,” terangnya.

Yayat menilai program ini berdampak positif bagi pembentukan karakter siswa. “Anak-anak yang ikut pelatihan itu biasanya pulang dengan perubahan sikap. Mereka jadi lebih disiplin dan percaya diri. Bahkan ada yang langsung jadi pemimpin upacara setelah pulang,” katanya bangga.

Meskipun begitu, ia menilai kebijakan untuk mewajibkan seluruh siswa mengikuti pelatihan serupa belum memungkinkan.

“Kalau diwajibkan semuanya kayaknya tidak mungkin, tapi kalau untuk siswa pilihan, kami setuju. Programnya bagus dan orang tua juga menyambut baik,” tuturnya.

Dengan berbagai keterbatasan yang ada, SMPN 8 Cimahi berupaya untuk terus menyesuaikan diri. Yayat menegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mencari solusi jangka panjang terkait sarana belajar.

“Kendalanya memang masih di sarana-prasarana, terutama kursi dan meja. Tapi kami terus mengupayakan perbaikan, baik secara mandiri maupun lewat bantuan pemerintah,” pungkasnya. (Mong)

0 Komentar