JABAR EKSPRES – BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah V terus mengakselerasi transformasi digital guna meningkatkan mutu pelayanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Melalui Media Gathering bertajuk “Digitalisasi Pelayanan JKN: Dari Inovasi Menuju Pengalaman Peserta yang Lebih Baik”.
Dalam kegiatan tersebut BPJS Kesehatan mengajak insan media melihat secara langsung implementasi layanan digital yang kian mudah, cepat, dan terintegrasi.
Pada kesempatan itu, Deputi Direksi Wilayah V BPJS Kesehatan, Sawal Sani Tarigan, menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar kemudahan administrasi, melainkan bagian dari transformasi pelayanan kesehatan secara menyeluruh.
Baca Juga:Berlayar Menuju Keunggulan: Daya Improvement Forum 2026 Jadi Panggung Inovasi Insan Daya GroupBukan 'Backing', Ampetra Jabar Siap Kawal Penambang Tradisional dari Ilegal Menjadi Profesional!
Menurutnya, saat ini peserta dapat memanfaatkan berbagai layanan digital mulai dari Mobile JKN, antrean online, PANDAWA, Care Center 165, hingga layanan informasi daring.
“Tujuan akhirnya adalah memberikan pengalaman pelayanan yang lebih cepat, mudah, transparan, dan efisien tanpa mengurangi kualitas layanan kesehatan,” ujar Sawal.
Cakupan Kepesertaan dan Pemanfaatan Layanan di Jawa Barat
Hingga 1 Juli 2026, sebanyak 50,2 juta penduduk Jawa Barat (96,98%) telah terdaftar sebagai peserta JKN, dengan 38,9 juta peserta (74,58%) berstatus aktif.
Untuk melayani puluhan juta peserta tersebut, BPJS Kesehatan Wilayah V telah bermitra dengan 3.105 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 485 Rumah Sakit (FKRTL) dan 973 Fasilitas Kesehatan Penunjang (Apotek, Optik, dan Laboratorium)
Tingginya tingkat pemanfaatan layanan sepanjang Semester I Tahun 2026—yakni mencapai 52,47 juta kunjungan di FKTP dan 11,68 juta kunjungan di FKRTL—menjadi bukti tingginya kepercayaan masyarakat sekaligus tantangan untuk terus meningkatkan mutu layanan melalui teknologi.
Inovasi Digital dan Kolaborasi Bersama Rumah Sakit
Beberapa langkah konkret transformasi digital yang terus diperkuat meliputi:
- Antrean Online JKN dan integrasi sistem informasi rumah sakit.
- Simplifikasi Rujukan untuk penyederhanaan alur pelayanan.
- Optimalisasi BPJS SATU sebagai pendamping informasi peserta di rumah sakit.
- Fitur Lengkap Mobile JKN: Pengecekan jadwal operasi, jadwal praktik dokter, ketersediaan tempat tidur, hingga skrining riwayat kesehatan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Rumah Sakit Santosa Kopo, Yayu Sri Rahayu, menyampaikan bahwa integrasi sistem dengan BPJS Kesehatan memberikan dampak positif yang signifikan bagi pasien.
