JABAR EKSPRES – Peluang ekspor produk kuliner Indonesia semakin terbuka lebar. Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi membuka akses pasar ke lima negara yaitu Singapura, Malaysia, Australia, Belanda, dan Italia melalui kerja sama strategis yang diteken dalam ajang Pangan Nusa Expo 2025.
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan surat pernyataan minat (Letter of Intent/LoI) antara pelaku usaha kuliner Indonesia dan mitra internasional.
Inisiatif ini merupakan bagian dari rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 yang digelar di ICE BSD, Tangerang.
Baca Juga:Ekspor Indonesia Tetap Tangguh di tengah Memanasnya Perang Dagang AS-ChinaPenerimaan Bea dan Cukai Tembus Rp221,3 Triliun hingga September 2025, Ditopang Ekspor
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso optimis kuliner Indonesia memiliki potensi untuk mendunia, karena ragam cita rasa Indonesia mampu menunjukkan posisinya di kancah global.
“Ekspansi kuliner Indonesia menjadi bukti bahwa kualitas kuliner Indonesia memiliki posisi yang kuat di mata dunia. Lebih jauh, kami berharap ini akan memberikan efek berganda bagi ekonomi Indonesia,” ujar Budi dikutip dari ANTARA, Kamis (16/10).
Program ini diharapkan mendorong UMKM kuliner untuk naik kelas sekaligus mendorong efek berganda terhadap perekonomian nasional.
Pameran ini menampilkan 186 produk makanan siap santap dari seluruh provinsi, yang telah dikurasi dan siap memasuki pasar internasional.
Tak hanya ekspor, Kemendag juga memperluas pasar domestik lewat penjajakan bisnis antara pelaku kuliner dan jaringan ritel modern seperti HIPPINDO, Aprindo, serta beberapa mitra strategis seperti PT KAI, KAI Services, Sarinah, dan SMESCO.
Menariknya, Pangan Nusa Expo juga mengusung pendekatan pariwisata gastronomi. Bersama Kementerian Pariwisata, pengunjung diajak menyelami kekayaan kuliner Indonesia melalui pengalaman unik: dari tur pasar tradisional, kelas memasak, mencicipi produk lokal, hingga eksplorasi seni dan budaya kuliner.
Potensi bisnis yang dihasilkan langsung terasa. Di hari pertama saja, Pangan Nusa mencatat transaksi senilai Rp800 juta dan jumlah tersebut terus meningkat hingga penyelenggara TEI 2025 pada Minggu, 19 Oktober 2025.
