“Intinya bapak emosi karena panik keluarganya. Tapi di satu sisi ada informasi yang salah diterima oleh petugas desa,” ungkapnya.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, ikut menanggapi insiden ini melalui kolom komentar salah satu akun yang mengunggah video viral tersebut.
“Astagfirullah, saya sangat prihatin melihat kejadian ini. Barusan saya sudah menelepon camat dan pihak pemerintah desa untuk segera klarifikasi langsung ke pihak yang bersangkutan,” tulisnya.
Baca Juga:Pangkas Dana Transfer Daerah, Pakar Unpad Peringatkan Potensi KetimpanganYayasan Kasih Palestina Siap Bangun Kembali Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza
Bupati menegaskan, pelayanan terhadap masyarakat, apalagi dalam kondisi darurat, tidak boleh diabaikan.
“Saya selalu tekankan kepada camat dan kepala desa untuk sigap melayani warga. Tidak boleh ada warga yang kesulitan saat butuh pertolongan,” tegasnya.
Ia memastikan peristiwa ini akan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh desa di Kabupaten Bandung.
“Kejadian seperti ini tidak boleh terulang kembali. Hatur nuhun atas informasinya, ini menjadi bahan evaluasi agar pelayanan di seluruh desa bisa semakin baik ke depannya,” tutup Dadang.
