Korban Banjir dan Longsor di Meksiko Meningkat Jadi 44 Orang, Ribuan Warga Mengungsi

Korban Banjir dan Longsor di Meksiko Meningkat Jadi 44 Orang, Ribuan Warga Mengungsi
Ilustrasi (SUMBER FOTO: Freepik/wirestock)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Jumlah korban jiwa akibat hujan deras, banjir, dan tanah longsor yang melanda Meksiko terus bertambah. Sekretariat Keamanan dan Perlindungan Sipil Meksiko pada Minggu (12/10) melaporkan bahwa total korban meninggal kini mencapai 44 orang, meningkat dari laporan sebelumnya yang mencatat 37 korban jiwa.

“Pemerintah negara bagian melaporkan 44 korban jiwa,” ujar pernyataan Sekretariat Keamanan dan Perlindungan Sipil Meksiko.

Dalam pernyataannya, pemerintah Meksiko menyebutkan bahwa hujan musiman yang ekstrem telah memicu bencana di berbagai wilayah, terutama di Veracruz, Puebla, Hidalgo, Queretaro, dan San Luis Potosi.

Baca Juga:Nefer Karakter Dendro DPS Baru Genshin Impact, Wajib di Pull?Catat Harganya! Intip Harga Emas Perhiasan Terbaru per 11 Oktober 2025

Akibatnya, ribuan rumah mengalami kerusakan berat, dan sejumlah komunitas menjadi terisolasi akibat luapan sungai serta tanah longsor yang memutus akses jalan.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyampaikan bahwa pemerintah telah mengerahkan lebih dari 5.000 tentara dan petugas penyelamat untuk membantu proses evakuasi dan penyaluran bantuan kepada korban terdampak.

Pemerintah juga telah menyiapkan sekitar 10.000 paket makanan dan mendistribusikan 117.000 liter air minum bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Selain itu, sejumlah pos penampungan sementara dibuka untuk menampung para pengungsi yang terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Bencana ini disebut sebagai salah satu banjir terparah yang melanda Meksiko dalam beberapa tahun terakhir, dengan risiko bencana susulan seperti longsor dan banjir bandang yang masih tinggi. Upaya penyelamatan terus dilakukan, meskipun kondisi medan dan cuaca ekstrem menjadi tantangan besar bagi tim di lapangan.

Sementara itu, dampak hujan lebat juga dirasakan di kawasan Amerika Tengah. Presiden Honduras Xiomara Castro bahkan telah mengumumkan status darurat di sejumlah distrik tengah negara tersebut untuk mempercepat upaya penyelamatan dan pemulihan.

Diketahui bahwa hujan deras yang terjadi sejak awal Oktober 2025 ini menjadi peringatan serius akan meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi di kawasan tersebut. Pemerintah Meksiko berkomitmen untuk terus memperkuat sistem tanggap darurat serta memastikan bantuan logistik dan medis dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak sesegera mungkin.*

SUMBER: Berbagai Sumber

0 Komentar