JABAR EKSPRES – Harga emas perhiasan di Indonesia terus mengalami pergerakan pada pertengahan Oktober 2025. Berdasarkan pemantauan dari sejumlah toko perhiasan dan sumber perdagangan emas, harga logam mulia di pasaran tercatat bervariasi, bergantung pada kadar karat dan jenis produknya.
Diketahui dari berbagai sumber, harga emas perhiasan 24 karat berada di kisaran Rp 2.085.000 per gram, sementara emas 22 karat dijual sekitar Rp 1.649.000 per gram. Untuk kadar lebih rendah, seperti 21 karat dan 20 karat, harga masing-masing berkisar antara Rp 1.576.000 hingga Rp 1.472.000 per gram.
Beberapa model perhiasan tertentu bahkan menawarkan harga paling terjangkau, yakni sekitar Rp 368.000 per gram. Adapun harga beli kembali (buyback) tertinggi tercatat hingga Rp 2.110.000 per gram di salah satu toko spesialis logam mulia.
Baca Juga:EUBAM Rafah Kembali Beroperasi Usai Gencatan Senjata Hamas-Israel Mulai BerlakuAnti Norak! Intip 6 Model Cincin Emas Terbaru di 2025
Sementara itu, produk emas batangan mencatatkan harga tinggi di pasaran. Untuk emas murni 1 gram, harga berada di kisaran Rp 2.419.000, sedangkan ukuran 5 gram dijual sekitar Rp 11.855.000.
Adapun untuk ukuran yang lebih besar, seperti 25 gram, harganya mencapai hampir Rp 59 juta. Dengan demikian, rata-rata harga per gram logam mulia saat ini hampir menyentuh angka Rp 2,4 juta.
Di sisi lain, harga emas Pegadaian juga mengalami kenaikan mengikuti tren pasar. Emas merek Galeri24 dibanderol sekitar Rp 2.306.000 per gram, sementara emas UBS stabil di level Rp 2.351.000 per gram.
Adapun harga emas perhiasan dari dua merek populer lainnya juga menunjukkan variasi menarik. Di toko perhiasan besar, emas 24 karat dijual sekitar Rp 1.950.000 per gram, sementara untuk kadar 22 karat berada di kisaran Rp 1.591.000 per gram.
Emas produksi perusahaan perhiasan nasional lain tercatat sedikit lebih tinggi, dengan harga Rp 2.182.000 per gram untuk 22 karat dan Rp 2.140.000 per gram untuk 20 karat.
Perlu diketahui bahwa harga emas perhiasan berbeda dengan emas batangan karena adanya tambahan biaya pembuatan serta desain. Selain itu, harga jual dan buyback dapat berbeda di setiap toko. Faktor lain seperti kadar karat dan tren model perhiasan juga turut memengaruhi nilai jual.*
