“Sebagaimana makna dari kata ‘Istiqlal’ yang berarti kemerdekaan, mudah-mudahan Allah SWT segera memberikan anugerah kemerdekaan kepada Bangsa Palestina,” tambahnya.
Kini, setelah gencatan senjata disetujui, YKP bersiap mengubah arah perjuangan: dari respons darurat menuju rekonstruksi dan recovery.
“Kami akan bergerak cepat untuk mengalihkan fokus dari respons darurat ke program-program pemulihan dan rekonstruksi infrastruktur. Hal ini sangat penting untuk memulihkan kehidupan serta menstabilkan kondisi psikososial masyarakat Palestina di Gaza, dan membangun kembali fasilitas vital yang hancur,” kata Nandang.
Baca Juga:BabatuRun 2025: Saat Lari Jadi Bahasa Kebaikan di Kota BandungRevitalisasi Tangki LNG Arun Capai 81 Persen, Target Beroperasi Akhir 2025
Bagi warga Gaza, Masjid Istiqlal Indonesia bukan hanya tempat untuk bersujud. Ia adalah rumah, sekolah, posko, dan pusat harapan. Di masa perang, ketika listrik padam dan rumah-rumah hancur, masjid itu menjadi tempat terakhir untuk berlindung — tempat di mana suara azan bersaing dengan gemuruh pesawat tempur di langit.
“Kami berharap, dengan adanya gencatan senjata dan perdamaian permanen di Palestina, Masjid Istiqlal Indonesia ini bisa kembali berdiri dan menjadi simbol kemerdekaan sejati bagi warga Gaza,” ungkapnya
Selain membangun kembali masjid, YKP juga akan memperluas program rekonstruksi ke sektor kesehatan, pendidikan, dan layanan sosial.
“Termasuk bantuan lainnya yang bisa memulihkan trauma hingga kebutuhan dasar saudara kita di Gaza,” pungkasnya.
Jauh dari Gaza, di Bandung, tempat YKP bermarkas, semangat solidaritas itu terus hidup. Sejak 2016, YKP telah menyalurkan berbagai program bantuan untuk warga Palestina, mulai dari pangan, medis, hingga pembangunan fasilitas publik.
Kini, setelah gencatan senjata, mereka kembali mengajak masyarakat Indonesia untuk membuka hati dan tangan demi membangun kembali Istiqlal di tanah perjuangan itu.
Reruntuhan Masjid Istiqlal Indonesia mungkin kini berserakan di antara debu dan puing. Namun, maknanya tidak pernah hilang. Ia tetap berdiri kokoh dalam hati jutaan orang yang percaya bahwa kemerdekaan dan kemanusiaan tidak bisa diratakan oleh bom atau roket.
Baca Juga:Pemprov Jateng Buka Hotline Aduan Keracunan Menu MBGSerunya OREO Enggak Pernah Berhenti:Â Hadirkan #TwistLickDance Pertama Bareng BABYMONSTER!
Dari Jakarta ke Khan Younis, dari Bandung ke Gaza, Istiqlal bukan sekadar bangunan. Ia adalah doa yang menolak hancur. (Dam)
