JABAR EKSPRES – Audiensi antara Aliansi Masyarakat Kabupaten Bandung bersama unsur legislatif dan eksekutif berlangsung hingga larut malam di Gedung DPRD Kabupaten Bandung, Kamis (9/10).
Pertemuan yang dimulai pukul 14.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 22.15 WIB tersebut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari revitalisasi Pasar Banjaran hingga permasalahan irigasi pertanian di Kecamatan Pacet.
Ketua DPRD Kabupaten Bandung Renie Rahayu Fauzia mengatakan, audiensi berjalan cukup alot namun tetap berlangsung dalam suasana kondusif dan terbuka.
Baca Juga:Persib Genjot Fisik Pemain di Jeda InternasionalJelang Indonesia vs Irak, Calvin Verdonk Diharapkan Pulih Tepat Waktu
Menurutnya, hal terpenting dari pertemuan panjang tersebut adalah tercapainya kesepahaman untuk mencari solusi bersama atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Alhamdulillah, walaupun tadi sedikit alot, yang penting apa yang menjadi harapan dari aliansi masyarakat bisa kami tampung. Mudah-mudahan secepatnya kita akan duduk bersama lagi untuk mencari solusi dari setiap permasalahan,” ujar Renie.
Renie menambahkan, DPRD bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah sepakat menindaklanjuti setiap poin aspirasi yang disampaikan. DPRD juga berkomitmen menjalankan fungsi pengawasan agar hasil kesepakatan tidak berhenti di meja rapat.
“Kami akan terus berkomunikasi dengan para OPD sejauh mana mereka menindaklanjuti apa yang sudah disampaikan. Fungsi pengawasan akan kami jalankan dengan penuh komitmen,” tegasnya.
Terkait dinamika sebelum audiensi, Renie menjelaskan bahwa DPRD sebenarnya telah membuka ruang komunikasi sejak awal. Surat permohonan audiensi dari aliansi masyarakat telah dibalas dengan penetapan jadwal, namun terjadi miskomunikasi sehingga pertemuan sebelumnya batal terlaksana.
membalas surat mereka dengan menyediakan waktu untuk bertemu. Tapi mungkin ada miskomunikasi, sehingga mereka tidak bisa hadir,” jelasnya.
“Karena itu, ketika mereka datang hari ini, kami sambut dengan baik dan ajak berdiskusi di ruang rapat agar pembahasan bisa lebih produktif,” tambahnya.
Baca Juga:Demi Tiket Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Wajib Kalahkan IrakKluivert Ungkap Tantangan Berat Timnas Indonesia Usai Kalah Tipis dari Arab Saudi
Dalam audiensi tersebut, aliansi masyarakat menyampaikan sejumlah poin utama hasil pembahasan bersama. Di antaranya, Pemkab Bandung bersama mitra PT Bangun Niaga Perkasa akan memberikan kemudahan bagi pedagang eksisting untuk memperoleh kios atau lapak di Pasar Sehat Banjaran, serta memfasilitasi akses permodalan bagi mereka.
