JABAR EKSPRES – Anggota Komisi XI DPR RI, Mulyadi, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengevaluasi kebijakan Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, yang dinilai gegabah dalam menyegel puluhan tempat usaha pariwisata di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.
Dalam kunjungan reses perdananya di Kecamatan Cisarua, Mulyadi menyoroti dampak luas dari kebijakan tersebut.
Ia menyebut penyegelan usaha-usaha pariwisata itu telah menimbulkan efek domino yang mengorbankan ribuan warga lokal, termasuk pekerja hotel, restoran, dan pelaku UMKM.
Baca Juga:Demi Tiket Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Wajib Kalahkan IrakKluivert Ungkap Tantangan Berat Timnas Indonesia Usai Kalah Tipis dari Arab Saudi
“Pak Presiden harus mengevaluasi kebijakan Menteri LH yang sembrono dan membabibuta. Puluhan tempat usaha disegel tanpa kajian, ini merugikan masyarakat,” tegasnya di hadapan warga, Kamis (9/10).
Menurut politisi dari Dapil Kabupaten Bogor ini, tindakan sepihak tersebut bukan hanya menyengsarakan masyarakat, tetapi juga merugikan keuangan daerah melalui berkurangnya penerimaan dari sektor pajak dan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak).
“Saya miris. Mereka lapar. Ini dapil saya dan dekat dengan kediaman Pak Presiden di Hambalang. Saya datang ke sini karena ini darurat,” ujarnya.
Mulyadi menegaskan bahwa usaha pariwisata yang memiliki izin resmi serta berkontribusi terhadap perekonomian daerah seharusnya dilindungi, bukan justru ditutup paksa.
“Kalau tidak punya izin, ya wajar ditutup. Tapi faktanya banyak yang disegel justru sudah berizin dan berdiri puluhan tahun. Ini membunuh penghasilan warga,” tambahnya.
Dalam sesi tanya jawab bersama warga, Mulyadi juga tidak menutup kemungkinan adanya evaluasi atau reshuffle kabinet, khususnya terhadap Menteri LHK.
“Itu hak prerogatif Presiden. Tapi sebagai wakil rakyat, saya melihat kebijakan ini sangat merugikan masyarakat dan harus dikoreksi,” tegasnya lagi.
Baca Juga:Amorim Diberi Waktu 3 Tahun untuk Bangun Tim Impian Manchester United! Sedang Berlangsung! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Reses ini turut dihadiri oleh ratusan warga serta sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat setempat, seperti Camat Megamendung Ridwan, Camat Cisarua Heri Risnandar, Ketua PHRI Kabupaten Bogor Djuju Junaedi, dan Ketua Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS) Muhsin.
Warga bahkan membentangkan poster dan menyampaikan aspirasi melalui video yang ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo.
Camat Megamendung, Ridwan, menambahkan bahwa kehadiran investor pariwisata justru membawa dampak positif bagi lingkungan dan ekonomi warga.
