JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menanggapi keluhan Paguyuban Warga Rusunawa Cingised terkait kerusakan fasilitas, serta permintaan keringanan pembayaran sewa.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, sebut warga mengadu soal fasilitas, mulai dari saluran air yang bocor, saluran pembuangan yang mampet, hingga kondisi air yang keruh.
“Kami pastikan masalah yang sifatnya mendesak akan segera ditangani UPT, bahkan mulai besok akan diperbaiki,” kata Erwin saat meninjau lokasi, baru-baru ini.
Baca Juga:Gandeng Vidio, Shopee Luncurkan Inovasi Fitur Belanja Interaktif Vidio Shopping untuk Dorong Pertumbuhan UMKMDiakui KLH, Operasional PGN Guyur Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan
Dia menambahkan, sejumlah perbaikan skala besar akan dianggarkan melalui APBD 2026. Namun dirinya tidak merinci secara detail besaran anggaran yang bakal dikucurkan Pemkot Bandung.
“Untuk yang mendesak seperti saluran air kotor, pipa bocor, dan saluran tinja yang tersumbat akan segera diperbaiki. Kalau butuh sumber air baru yang lebih bersih, akan kita programkan di 2026,” tambahnya.
Menurutnya, selain persoalan fasilitas, warga juga mengusulkan keringanan pembayaran sewa. Erwin mengapresiasi sikap warga yang tetap berkomitmen untuk membayar kewajiban meskipun menghadapi keterbatasan.
“Alhamdulillah warga tetap sadar dan mau membayar sewa. Pemerintah akan memastikan fasilitas yang disediakan sebanding dengan kewajiban mereka. Prinsipnya harus adil, hak dan kewajiban berjalan seimbang,” tuturnya.
Erwin menjelaskan, Rusunawa Cingised dibangun untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki tempat tinggal yang layak.
Kendati demikian, dirinya mengharapkan keberadaan rusun menjadi batu loncatan bagi warga untuk kelak mampu membeli rumah sendiri.
“Rusun ini bukan untuk selamanya. Harapannya, warga yang tinggal di sini suatu saat bisa memiliki rumah pribadi. Pemerintah akan terus mengevaluasi regulasi agar keberadaan rusun benar-benar memberi manfaat bagi warga,” pungkasnya.
