JABAR EKSPRES – Sekuya dan 3Second secara resmi meluncurkan koleksi pertamanya di 3Second Store di Bandung. Tema koleksi ini adalah “Anime Gaming Street”, yang menampilkan lebih dari 15 desain eksklusif yang menggabungkan karakter Sekuya dengan gaya streetwear khas 3Second.
Pada acara tersebut, 3Second juga menyoroti kolaborasinya yang sebelumnya dengan salah satu IP besar Indonesia, Dagelan. Tim Dagelan juga hadir di peluncuran untuk menunjukkan dukungan mereka, memperkuat komitmen 3Second untuk terus bekerja sama dengan IP kreatif lokal terkemuka dan mendekatkan mereka ke dunia fashion.
Kerja sama ini menampilkan fashion secara berbeda dan menjadikan pakaian sebagai kanvas dan cara untuk menceritakan kisah. Hal ini juga menggabungkan semua karya kreatif Sekuya yang telah dilakukan bersama mitra-mitra di industri gaming seperti W3GG, Evos Esports, Gamecomm, dan Unipin Indonesia, mengubah karakter dan kisah kolaboratif mereka menjadi sesuatu yang dapat dikenakan.
Baca Juga:Harga Bersahabat, Fitur itel RS4 Setara HP Kelas AtasNew Honda 2025 Hadir dengan Fitur Modern, Yuk Simak Kelebihannya!
Acara peluncuran yang berlangsung pada Minggu, 28 September 2025 di Bandung ini menjadi momen penting bagi kedua merek untuk menjangkau generasi muda yang tumbuh besar dengan budaya pop Asia dan juga gaming. Bandung sendiri dikenal sebagai barometer tren fashion dan pusat kreativitas bagi pemuda Indonesia.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyebut kerja sama ini sebagai contoh nyata gotong royong di industri kreatif Indonesia.
“Sebenarnya IP-IP ini bukan termasuk IP baru, hanya saja banyak orang Indonesia mungkin belum mengenalnya. 3Second luar biasa sekali bisa scouting IP-IP lokal dan menjadikannya showcase di bajunya. Ini bentuk nyata kolaborasi yang membuat karya kita terekspos, baik oleh gamers maupun bukan,” ungkapnya.
Menurut Ignatius Untung, CMO Brand 3Second, kolaborasi ini sekaligus mengajak publik untuk percaya diri memakai karya anak negeri.
“Kalau bicara IP, kita bisa belajar dari Jepang yang sudah lama mengembangkannya. Kita memang agak ketinggalan, tapi progres kita luar biasa. Kreativitas orang Indonesia itu tidak bisa ditandingi. Hanya saja, masyarakat perlu diajak lebih menghargai karya lokal,” ujarnya.
