“Model yang kita pasang ini bukan lagi yang lama dari beton. Ini pabrikan, lebih profesional, bisa dipasang di halaman sempit, bahkan di teras atau dapur. Prosesnya juga lebih cepat dibanding beton konvensional yang harus menunggu kering dulu,” beber Endang.
Program berbasis DAK dijalankan dengan pola swakelola tipe 4, melibatkan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang dibentuk langsung oleh warga.
KSM, lanjut Endang, bertugas menyiapkan lahan, sosialisasi, hingga pelaksanaan pembangunan. Sementara proyek dari APBD dikerjakan melalui pihak ketiga.
Baca Juga:Pencemaran Air Cimahi Didominasi Limbah Rumah Tangga, Ancaman Kesehatan MengintaiKualitas Air Cimahi Memburuk, DLH Tegaskan Limbah Domestik Jadi Penyumbang Utama Pencemaran
“Sekarang sedang berproses. Ada 14 KSM yang bergerak, dan sebagian lagi melalui pihak ketiga. Target kita dalam 1–2 bulan sudah ada yang selesai. Harapannya, awal Desember semua rampung sehingga benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat,” tandas Endang.(Mong)
