Drainase Baru Tak Mampu Redam Banjir, Warga Lembang Kritik Proyek Pemerintah

Sejumlah kendaraan roda dua dan empat terendam banjir di Jalan Utama Lembang usai diguyur hujan deras. Senin (
Sejumlah kendaraan roda dua dan empat terendam banjir di Jalan Utama Lembang usai diguyur hujan deras. Senin (29/9). Dok istimewa
0 Komentar

Jabar Ekspres – Hujan deras yang mengguyur kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Senin (29/9/2025), kembali mengubah jalan utama menjadi lautan air.

Genangan setinggi lutut orang dewasa tersebut melumpuhkan aktivitas warga, pedagang, hingga wisatawan yang melintas di depan Pasar Panorama, Jalan Maribaya, dan Jalan Kiwi.

Padahal pemerintah daerah sebelumnya sudah menggelontorkan anggaran besar untuk membangun drainase dan trotoar sebagai upaya mengatasi genangan. Namun, kenyataannya setiap kali hujan turun, jalan-jalan di Lembang masih menjadi langganan banjir.

Baca Juga:JETOUR Tambah Showroom di Bandung, Targetkan 30 Cabang Nasional Akhir Tahun IniDiselenggarakan di Bandung, Farhan Ingin Hijabfluencer Promosikan Wisata dan Fesyen Muslim Lokal Mendunia 

“Ini baru hujan satu jam, sudah banjir begini. Air masuk ke area pertokoan dan lapak pedagang kaki lima,” keluh Dadang Amar, warga Lembang.

Ia menilai pembangunan drainase tidak memberikan solusi nyata. Bahkan, proyek trotoar yang digadang-gadang bisa mempercantik wajah kota justru dinilai hanya menjadi pajangan.

“Pembangunan trotoar hanya buat hiasan aja sepertinya. Karena tiap hujan ya tetap aja banjir kaya gini,” sindirnya.

Keluhan serupa diungkapkan Gunawan, warga lainnya. Menurut dia, kondisi banjir bukan hanya memperburuk wajah kota wisata, tetapi juga membahayakan pengguna jalan.

“Padahal ini jalan utama. Gak elok kalau tiap hujan, banjir. Ini tuh wajah Kota Lembang masa begini,” ujarnya.

Gunawan menduga pengerjaan drainase dilakukan secara terburu-buru dan tidak disertai perhitungan teknis matang. Ia mencontohkan, air justru membludak keluar dari sela-sela saluran drainase.

“Lihat sekarang, air itu pada membludak dari sela-sela saluran drainase,” keluhnya.

Baca Juga:PGN Saka Dorong Pemberdayaan Ekonomi Pesisir Gresik Dukung Koperasi Desa Merah PutihDaftar Lengkap Kopi Good Day First Team 2025 West Java

Akibatnya, banjir bukan hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga kerugian. Banyak pengendara motor yang terjebak genangan hingga kendaraannya mogok.

“Kasihan, mereka harus keluar biaya tambahan buat benerin motor ke bengkel,” tambahnya.

“Kami meminta pemerintah daerah segera turun tangan dan melakukan evaluasi menyeluruh. Jika dibiarkan berlarut, bukan mustahil Lembang yang dikenal sebagai magnet wisata Jawa Barat akan bertransformasi menjadi destinasi wisata banjir setiap musim hujan,” tandasnya. (Wit)

0 Komentar