JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, kini tengah mewacanakan untuk bekerja sama dengan influencer muslim yang tergabung dalam komunitas Hijabfluencer.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, wacana kerja sama ini sengaja dilakukan guna dapat mempromosikan pariwisata serta produk UMKM lokal khususnya di fashion muslim.
“Makanya tadi saya mengajukan dengan pemilik IP (intellectual property) untuk lima tahun ke depan ini acara puncaknya selalu dilakukan di Kota Bandung. Nanti kita bisa siapkan berbagai kegiatan mereka di sini sebagai aktivitas untuk bisa mengekspose Bandung,” kata Farhan, Minggu, 28 September 2025, malam.
Baca Juga:PGN Saka Dorong Pemberdayaan Ekonomi Pesisir Gresik Dukung Koperasi Desa Merah PutihDaftar Lengkap Kopi Good Day First Team 2025 West Java
Selain mewacanakan untuk bekerja sama, Farhan juga mendorong para influencer yang mengikuti ajang Hijabinfluencer untuk dapat memanfaatkan prodak asli Kota Bandung.
Hal ini kata dia tak lepas dari dari Kota Bandung yang berturut-turut menjadi tuan rumah pencarian bakat melalui ajang Hijabinfluencer.
“Bandung dulu kan hanya ada Syafira ya yang paling terkenal terus Rabbani. Muncul-muncul yang lain nah sekarang ada beberapa brand nih contohnya Albis Group nah nanti grup-grup lain juga akan kita undang karena gini, ini tuh dalam dunia fesuen disebutnya modest fashion artinya sebetulnya ini adalah bentuk bahwa kota Bandung ini salah satu epicentrum untuk perkembangan modest fesyen yaitu fesyen untuk muslimah,” ungkapanya
Sementara itu, penyelenggara Hijabfluencer, Indri Rindani, mengatakan kegiatan ini sudah memasuki tahun keenam dengan peserta lebih dari 60 orang dari berbagai daerah di Indonesia.
Indri menyebut, Bandung dipilih sebagai tuan rumah final karena dikenal sebagai pusat fesyen di Indonesia.
“Antusias yang luar biasa karena ada di Bandung, banyak yang ingin ke Bandung pakai Whooss. Salah satunya kenapa Bandung karena dampaknya untuk UMKM sendiri khususnya yang berkecimpung di dunia fesyen hijab,” ucapnya
Sedangkan menurut, pemilik jenama Enthica, Asep Mulyana, menambahkan, ajang ini berdampak positif terhadap perekonomian pebisnis fesyen muslim di Bandung. Menurut dia, promosi melalui media sosial para influencer dapat memperluas jangkauan produk UMKM lokal.
Baca Juga:Alih-Alih Bergizi, Program MBG Bikin Orang Tua di Bandung Barat CemasBantu Penerangan Masyarakat Pra-sejahtera, UPI Hadirkan Program Listrik Mandiri Rakyat di Desa Sukaresmi KBB
“Kita tidak usah muluk-muluk ekspor dulu. Di Indonesia aja pasarnya masih besar dan kebutuhannya tinggi, tinggal bagaimana kita mengemasnya. Jadi bagi kami sebetulnya berpikir lokal aja udah luar biasa. Tapi tentu saja kami ingin lebih luas lagi berpikir global. Bahwa produk Indonesia memiliki kualitas yang tidak bisa juga diragukan, punya potensi yang besar,” ujar dia.
