JABAR EKSPRES – Seorang pensiunan pejabat Pemerintah Kota Banjar, Agus Nugraha, yang akrab disapa Agus Bajul, melaporkan dirinya sebagai korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh seorang purnawirawan TNI. Peristiwa yang memicu laporan ini terjadi pada Jumat (12/9/2025) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB, di Lingkungan Sukarame, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar.
Kuasa hukum korban, Andi Maulana, S.H., M.H., pada Senin (15/9/2025) menyatakan bahwa laporan polisi telah resmi dibuat dan didaftarkan.
“Kami menghargai proses hukum, dan mendesak agar kasus ini segera ditangani secara profesional dan transparan,” tegas Andi Maulana saat dikonfirmasi.
Baca Juga:Setan Merah Terpuruk, Amorim Tetap Percaya Jalan SendiriSpeling Jangkau 436 Desa, Dokter Spesialis Diminta Turun
Agus Nugraha, warga Lingkungan Ciaren RT 35 RW 12, Desa Balokang, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika ia bersama seorang pekerja bernama Dadang hendak memastikan status kepemilikan sebatang pohon kayu yang berada di dekat kolam miliknya. Kolam tersebut rencananya akan dikembangkan menjadi lokasi pemancingan. Menurut Dadang, pohon tersebut berada di atas lahan milik seorang warga bernama Udo.
Agus kemudian mendatangi rumah Udo untuk menanyakan maksud dan rencana terhadap pohon tersebut, apakah akan ditebang atau dijual. Namun, jawaban yang diterima tidak sesuai harapannya. “Kata Udo, pohon itu tidak akan ditebang dan tidak akan dijual,” ungkap Agus.
Setelah berbincang singkat, Agus dan Dadang memutuskan untuk pulang. Namun, tak lama setelah mereka meninggalkan lokasi, seorang pria yang dikenal warga sekitar dengan nama Purba tiba-tiba datang menghampiri. Tanpa banyak bicara, pria tersebut langsung memukul Agus. Serangan mendadak itu membuat Agus tidak sempat membela diri dan mengalami luka lebam serta lecet di beberapa bagian tubuh.
“Saya tidak tahu dia datang dari arah mana. Tiba-tiba langsung menghajar saya,” ujar Agus dengan nada trauma.
Tak hanya melakukan pemukulan, pelaku juga disebut melontarkan ancaman bernuansa rasis. Agus menambahkan bahwa pelaku mengaku akan mengambil golok jika kejadian serupa terulang kembali. Merasa terancam, Agus segera meninggalkan lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi dari sejumlah warga sekitar, pelaku diketahui merupakan seorang purnawirawan TNI.
Akibat insiden tersebut, Agus segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Banjar. Sebagai bagian dari proses hukum, ia telah menjalani pemeriksaan visum et repertum di rumah sakit sebagai bukti pendukung laporan.
