Bandung Barat Darurat Predator Anak, Dua Kasus Besar Terungkap dalam Waktu Berdekatan

Bandung Barat Darurat Predator Anak, Dua Kasus Besar Terungkap dalam Waktu Berdekatan
Ilustrasi: korban pelecehan kerap mendapatkan intimidasi dari pelaku. Dok Pixabay
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kabupaten Bandung Barat (KBB) tengah menghadapi ancaman serius, khususnya bagi anak-anak. Pasalnya, dalam waktu berdekatan, dua kasus pelecehan seksual terhadap anak terungkap.

Pertama, keterlibatan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Bandung Barat yang mencabuli tiga anak tirinya. Kedua, seorang pria lanjut usia di Padalarang yang diduga telah menodai sejumlah anak.

Dua kasus beruntun ini bukan hanya menjadi luka mendalam bagi korban, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa Bandung Barat tengah berada dalam kondisi darurat predator anak.

Baca Juga:Rizky Ridho Buka Peluang Hijrah, Persija Tak Mau KehilanganSetan Merah Terpuruk, Amorim Tetap Percaya Jalan Sendiri

Diketahui, beberapa waktu lalu, masyarakat KBB digemparkan kasus seorang ASN aktif di lingkungan Pemkab Bandung Barat. Bukannya melindungi keluarga, oknum ASN ini justru mencabuli tiga anak tirinya. Aksi bejat tersebut berlangsung dalam waktu lama hingga akhirnya terungkap setelah korban berani bersuara.

Kasus ini sempat menyita perhatian publik karena pelaku merupakan abdi negara yang seharusnya menjadi teladan. Ironisnya, justru predator anak itu hadir di lingkup rumah tangga korban sendiri. Proses hukum terhadap ASN tersebut kini berjalan, namun trauma korban masih jauh dari kata pulih.

Belum reda kasus ASN, masyarakat kembali dikejutkan dengan kasus terbaru di Kecamatan Padalarang. Seorang pria lanjut usia dipergoki warga saat hendak melakukan tindakan asusila terhadap seorang anak.

Video penangkapan pelaku sempat viral di media sosial, memperlihatkan pria berjaket loreng dengan penutup kepala hitam hampir dihakimi massa.

“Informasi dari warga, pelaku kepergok saat hendak melakukan tindakan asusila pada seorang anak. Warga kemudian mengamankannya. Namun karena ada yang emosi, sempat terjadi aksi massa. Untungnya anggota Polsek Padalarang segera datang dan mengamankannya,” ujar Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat, saat dikonfirmasi, Senin (15/9/2025).

Kasus ini kemudian diusut oleh kepolisian bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) KBB. Fakta mengejutkan muncul jumlah korban diduga lebih dari 10 anak.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak pada DPPKBPPPPA KBB, Rini Haryani, menyebut kasus ini sebagai fenomena gunung es. Anak-anak korban baru berani bicara setelah pelaku ditangkap polisi.

0 Komentar