Bandung Barat Darurat Predator Anak, Dua Kasus Besar Terungkap dalam Waktu Berdekatan

Bandung Barat Darurat Predator Anak, Dua Kasus Besar Terungkap dalam Waktu Berdekatan
Ilustrasi: korban pelecehan kerap mendapatkan intimidasi dari pelaku. Dok Pixabay
0 Komentar

“Namun ada kemungkinan korban lebih dari 10 orang, karena pelaku melakukan pelecehan sudah sejak lama,” ungkap Rini.

Hingga kini, DPPKBPPPA mendampingi dua anak yang dinilai paling terdampak. Mereka mendapatkan layanan visum et repertum serta pemulihan pasca trauma (trauma healing).

“Meski begitu, tidak menutup kemungkinan delapan anak lain juga akan kami asesmen. Kalau pun tidak dilakukan visum, kami tetap berikan pemulihan pasca trauma,” tambahnya.

Baca Juga:Rizky Ridho Buka Peluang Hijrah, Persija Tak Mau KehilanganSetan Merah Terpuruk, Amorim Tetap Percaya Jalan Sendiri

Dua kasus besar yang muncul secara beruntun ini menguatkan anggapan bahwa KBB sedang berada dalam kondisi darurat predator anak. Jika kasus ASN menunjukkan adanya ancaman di lingkup keluarga, maka kasus Padalarang menegaskan bahaya di lingkungan sosial yang lebih luas.

Pemerintah daerah bersama kepolisian memastikan akan menindak tegas pelaku, namun langkah represif saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah membangun sistem perlindungan anak yang kokoh, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan masyarakat.

“Yang terpenting sekarang adalah memberikan rasa aman bagi anak-anak kita, serta dukungan bagi korban agar tidak merasa sendirian,” pungkas Rini. (Wit)

0 Komentar