DLH KBB Batalkan Rencana Penutupan Pengelolaan Limbah PT Agro Budi Jaya, Ini Alasannya!

DLH KBB Batalkan Rencana Penutupan Pengelolaan Limbah PT Agro Budi Jaya, Ini Alasannya!
Ilustrasi: Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat memasang garis police line di lokasi temuan limbah batu bara di Kecamatan Cihampelas. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memutuskan membatalkan rencana penutupan sementara pengelolaan limbah PT Agro Budi Jaya.

Keputusan itu diambil setelah perusahaan menunjukkan progres perbaikan, termasuk membeli peralatan pengering limbah kotoran ayam.

Kepala Bidang Tata Kelola Lingkungan Hidup pada DLH KBB, Zamilia Moreta, menjelaskan bahwa sebelumnya pihaknya berencana memasang PPLH Line di bak penampungan dan konveyor milik perusahaan tersebut. Namun, rencana itu tidak dilanjutkan karena ada upaya konkret dari pihak perusahaan dalam memperbaiki pengelolaan limbah.

Baca Juga:Bau Kotoran Kuda Bikin Resah Warga Usai Kirab Budaya Jabar, Begini Langkah PemkotAliran Sungai Tercemar Kotoran Sapi, Warga Bandung Barat Kehilangan Pasokan Air Bersih

“Jadi pihak perusahaan sudah melakukan progres perbaikan pengelolaan limbah ternaknya. Jadi yang tadinya mau dilakukan pemasangan PPLH Line di bak penampung dan konveilnya, batal,” ujar Zamilia saat dikonfirmasi, Kamis (11/9/2025).

Menurutnya, salah satu langkah nyata perusahaan dengan membeli alat khusus pengering kotoran ayam yang mampu menanggulangi bau tidak sedap dan mengurangi populasi lalat.

Alat tersebut, kata Zamilia bahkan sudah mulai digunakan untuk mengolah limbah kotoran ayam di lokasi peternakan.

“Jadi mereka telah membeli semacam alat pengering. Tadi sudah dilihat juga alatnya, bahkan sudah mulai diolah juga limbah kotoran ayamnya,” tambahnya.

Ia mengakui, selama ini bau menyengat dan lalat di sekitar lokasi peternakan timbul akibat kapasitas bak penampungan limbah yang tidak mencukupi. Limbah kotoran ayam yang meluber ke lahan perumahan warga menjadi salah satu pemicu keluhan masyarakat.

“Kan tadinya dibiarkan begitu saja, bahkan bak penampungnya itu penuh sehingga meluber atau tidak tertampung. Makanya memakai alat pengering untuk menanggulangi bau. Kalau tidak ada bau, kan lalat juga tidak akan muncul,” jelasnya.

Selain memperbaiki teknis pengelolaan limbah, pihak PT Agro Budi Jaya juga berkomitmen meningkatkan komunikasi dengan instansi terkait. Perusahaan berencana melakukan konsultasi ke DLH serta Dinas Perikanan dan Peternakan KBB terkait kelengkapan perizinan usahanya.

Baca Juga:Jeje Ritchie Pastikan Bakal Tanggulangi Limbah Kohe yang Cemari Kanal TjibaraniKurangi Pencemaran Sungai, Jabar Dorong Peternak Olah Kohe Jadi Pupuk Organik

“Mereka akan ke DLH untuk konsultasi tindak lanjut perihal perizinan apa saja yang harus dilengkapi. Perizinan melalui OSS, SPPL sudah ada, mungkin karena ada peningkatan usaha dan ada penambahan jadi harus diperbarui lagi perizinan. Makanya mau dikonsultasikan,” tandasnya. (Wit)

0 Komentar