“Tidak ada layanan yang dibayar. Kecuali kalau di area komersil, dan itu sampah-sampah komersil. Kalau sampah yang insidental seperti itu, kita bantu angkat. Gratis,” tegasnya.
Meski demikian, DLH tetap berhati-hati dalam menangani objek tertentu. Misalnya, pada bangunan yang terbakar, DLH tidak langsung mengangkut sisa-sisanya tanpa permintaan atau koordinasi dari pemilik.
“Kemarin di sebelah Sambara ada satu unit bangunan yang terbakar. Itu belum ada permintaan bantuan, jadi kami belum bisa tangani. Kami tidak tahu itu bangunan apa, apakah masuk asuransi atau tidak. Jadi tidak bisa gegabah, kita pilah dulu mana yang bisa dimanfaatkan oleh pemilik, mana yang memang perlu dibuang,” jelasnya.
Baca Juga:DPR Minta Mabes TNI Jelaskan Dugaan Tindak Pidana Ferry Irwandi: Jangan Sampai Langgar Putusan MKDi Ujung Karier, Messi Masih Menimbang Piala Dunia Terakhir
DLH juga mengimbau agar warga tidak membuang sampah besar ke sungai atau selokan, karena dapat memicu penyumbatan dan berpotensi menyebabkan banjir lokal saat musim hujan. DLH mengajak warga untuk aktif melaporkan jika ada sampah besar di lingkungan mereka, agar dapat segera ditangani.
“Jangan dibuang ke sungai, nanti malah bikin banjir. Hubungi kami saja, kami bantu angkut,” tutup Darto. (Dam)
