JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan perbaikan lampu lalu lintas di kawasan Dago berlangsung selama tiga pekan, kerusakan parah pada lampu merah itu merupakan dampak unjuk rasa yang terjadi pada 29-30 Agustus lalu.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, kerusakan tidak hanya menimpa lampu lalu lintas, tetapi juga jaringan kabel bawah tanah.
“Bagian yang paling penting adalah perbaikan infrastruktur, terutama traffic light sebagai bagian dari automatic traffic control di kawasan Dago-Cikapayang, Dago-Sulanjana, dan persimpangan Jalan Diponegoro-Cilamaya,” ungkap Farhan saat meninjau lokasi, Senin (9/9).
Baca Juga:Peluang Bisnis Menjanjikan, Ini Cara Lion Parcel Dukung Ekspansi Industri Clothing BandungTerbukti Langgar Etik, Ketua Bawaslu Bandung Barat Dicopot DKPP
“Kerusakannya cukup parah, sampai kabel-kabelnya rusak, sehingga sistem harus dibongkar total,” imbuhnya.
Dia memastikan perbaikan lampu lalu lintas menjadi prioritas untuk menjaga ketertiban arus kendaraan. Untuk sementara, arus lalu lintas di kawasan tersebut diatur secara manual dengan bantuan traffic cone dan petugas lapangan.
“Meskipun sederhana, cara ini cukup efektif karena masyarakat tetap bisa memahami alur lalu lintas. Namun untuk perbaikan menyeluruh dibutuhkan waktu minimal tiga minggu, dan proses pengerjaannya sudah mulai sejak kemarin,” ujar Farhan.
Pemkot Bandung berharap masyarakat dapat bersabar serta tetap tertib selama masa perbaikan. “Kami pastikan perbaikan ini segera rampung. Mohon dukungan semua pihak untuk menjaga fasilitas publik agar tidak kembali dirusak,” pungkasnya.
