JABAR EKSPRES – Menghadapi musim kemarau, Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Sumedang, khususnya di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Manglayang Timur gencar sosialisasi serta edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Asisten Perhutani (Asper) atau Kepala BKPH Manglayang Timur, Gugung Agustiana mengatakan, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat selalu dilakukan, meski area hutan wilayahnya sampai saat ini tak pernah terjadi kebakaran.
“Belum pernah terjadi kebakaran hutan dan sosialisasi sejak lama selalu dilakukan, kita bekerjasama dengan LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan), satu desa satu LMDH,” katanya saat ditemui Jabar Ekspres di ruang kerjanya, Selasa (9/9).
Baca Juga:Pemerintah Berhasil Padamkan 63 Kasus Karhutla di Kalimantan TimurSumsel Siaga! Menkopolkam Minta Pemda Tangani Karhutla Serius dan Terpadu
Gugung menerangkan, untuk hutan di area BKPH Manglayang Timur sudah banyak LMDH yang aktif, bahkan ada masyarakat anti api.
“Kita rutin melaksanakan komunikasi sosial (komsos), sekaligus patroli kita juga lakukan komsos dengan masyarakat, khususnya bersama LMDH,” terangnya.
Gugung mengungkapkan, untuk kawasan hutan di area BKPH Manglayang Timur dinilai memiliki kerawanan karhutla yang rendah.
“Jadi untuk kawasan hutan di wilayah kami, alhamdulillah tergolong rendah kerawanan karhutla,” ungkapnya.
Kendati demikian, dia mengaku, tetap melakukan sejumlah antisipasi karhutla khususnya ketika menghadapi musim kemarau.
Gugung menyampaikan, dalam menghadapi musim kemarau, pihaknya selalu memberikan pemahaman terkait bahayanya kebakaran hutan, kemudian warga diedukasi dan bekali dengan ilmu pengetahuan cara padamkan api di kawasan hutan.
Diketahui, area hutan di bawah pengawasan BKPH Manglayang Timur, memiliki luas 5.770 hektare, yang terbagi kepada tiga unit atau RPH (Resort Pemangkuan Hutan).
Baca Juga:Burden Sharing : Pembiayaan Program Asta Cita Berpotensi InflasiPKP Klaim KUR Perumahan Memihak UKM, Benarkah?
Adapun tiga RPH yang berada di bawah BPKH Manglayang Timur KPH Sumedang, yakni area Genteng, Cijambu dan Rancakalong.
Mengingat saat ini mulai memasuki musim kemarau, masyarakat diimbau untuk bisa tetap waspada dan berhati-hati, terkhususnya bagi warga sekitar yang melaksanakan berada di sekitar hutan.
“Alhamdulillah kesadaran masyarakat tinggi. Di sela-sela patroli kita rutin berkomunikasi sosial, baik dengan masyarakat sekitar, tingkat desa hingga kecamtan,” pungkas Gugung. (Bas)
