Merefleksikan Tema Haornas 2025 ‘Olahraga Satukan Kita’ ala DBL Indonesia

Merefleksikan Tema Haornas 2025 ‘Olahraga Satukan Kita’ ala DBL Indonesia
Merefleksikan Tema Haornas 2025 ‘Olahraga Satukan Kita’ ala DBL Indonesia / ISTIMEWA
0 Komentar

“Aturan itu diberlakukan agar student athlete (atlet pelajar) bisa mengembangkan permainan mereka. Tidak hanya itu, respect the game juga digunakan untuk menumbuhkan daya juang student athlete ketika berada di lapangan,” kata Astrid Septiana Putri, Senior Manager Event DBL Indonesia.

Respect the game juga tidak hanya berdampak pada permainan, tapi juga berdampak pada faktor psikologis sebuah tim. Di mana tim yang unggul akan mengevaluasi lini bertahan mereka. Sedangkan tim yang tertinggal bisa mencari formula yang tepat untuk lini penyerangan mereka. Sehingga tidak jarang dalam sebuah pertandingan DBL, tim yang tertinggal bisa kembali mengejar poin dengan adanya aturan respect the game ini.

Astrid mengatakan, dari sisi para pemain, aturan DBL yang mengajarkan pada sportivitas juga ditanamkan dengan mewajibkan tim pemenang menghormati lawannya yang kalah. Selama ini tim yang menang -setelah melakukan euforia sejenak- akan diarahkan untuk mendatangi bench tim lawannya. Di sana mereka diwajibkan memberi penghormatan sekaligus bersalaman. Pun demikian kedua tim yang bermain juga wajib saling memberi penghormatan pada suporter yang mendukung dari tribun.

Baca Juga:NA Mantan Walkot Cirebon Jadi Tersangka Korupsi Multiyears , Negara Rugi Rp26 MKejari Cirebon Tahan NA dalam Kasus Dugaan Korupsi Proyek Multiyears 2016–2018

Dari sisi suporter juga ada aturan mainnya terkait sportivitas. Sudah barang tentu suporter di DBL dilarang keras melakukan tindakan-tindakan yang tak sportif. Misalnya meneriakan dukungan yang mengarah pada provokatif, kasar, rasis, bullying dan tindakan negatif lainnya.

Tapi yang dilakukan DBL lebih dari itu. Di DBL, di akhir laga, setiap suporter diberi kesempatan untuk menyanyikan anthem sekolahnya bersama tim basket dan tim dance yang ada di lapangan. Nah, ketika menyanyikan anthem inilah suporter kedua tim wajib saling menghormati. Yang tidak sedang bernyanyi diwajibkan diam sebagai bentuk penghormatan untuk lawannya yang nyanyi.

Teguran hingga sanksi keras diterapkan jika aturan-aturan di atas tidak dijalankan. Salah satu sanksi keras yang diterapkan adalah skorsing untuk tim basket sekolah yang suporternya melanggar aturan sportivitas. Begitu besarnya value yang didapatkan tim basket sekolah ketika mengikuti DBL membuat sanksi tegas itu sangat dihindari oleh para peserta.

0 Komentar