JABAR EKSPRES – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, melakukan kunjungan ke rumah orang tua EN (34) di Kampung Kebon Tunggul, Desa Pasir Huni, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Senin (8/9/2025).
Diketahui jika EN merupakan seorang ibu yang ditemukan tewas bersama dua anaknya AA (9) dan AAP (11 bulan) di sebuah kontrakan Kampung Cae, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran beberapa waktu lalu.
Dalam kunjungannya, Arifah menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.
“Hari ini kami hadir pertama untuk bersilaturahmi dengan keluarga almarhumah, yakni ayah, ibu, dan saudaranya. Kedua, untuk menyampaikan duka cita dan bela sungkawa atas peristiwa ini. Kami juga mendoakan semoga almarhumah beserta keluarganya diterima di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Baca Juga:Belum Selaras! Ekonomi Tumbuh Tapi Pengangguran di Jabar TertinggiPGN Pasok Gas Bumi ke RS Kariadi Semarang, Efisiensi Operasional Meningkat Hingga 60 Persen
Ia menegaskan, tragedi ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk memperkuat ketahanan keluarga.
“Komunikasi sangat penting. Apa yang dirasakan istri, apa yang dirasakan suami, harus saling dikomunikasikan sehingga tidak ada hambatan untuk menyampaikan perasaan. Jadi ini pelajaran bersama,” kata Arifah.
Selain komunikasi dalam keluarga, ia juga menekankan pentingnya kepedulian antarwarga.
“Kalau melihat tetangga mengalami sesuatu yang berbeda, mungkin butuh perhatian, perlu ditanyakan ada apa gerangan. Bukan sekadar ingin tahu urusan orang lain, tetapi bentuk kepedulian itu sangat dibutuhkan,” tuturnya.
Ditanya terkait adanya dugaan penelantaran atau kekerasan, Arifah menyebut belum ada informasi yang mengarah ke sana.
“Sejauh ini belum ada informasi mengenai hal tersebut, mungkin masih dilakukan pendalaman lebih jauh. Namun yang pasti, ini adalah peristiwa yang harus menjadi bahan introspeksi bagi kita semua,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai kabar adanya kaitan dengan judi online oleh suami EN, Arifah mengatakan hal itu juga masih didalami.
“Mengenai kabar yang menyebut adanya kaitan dengan judi online, hal itu masih didalami lebih lanjut. Intinya, komunikasi dalam keluarga memang sangat dibutuhkan agar perasaan yang menekan bisa diungkapkan. Kalau dipendam sendiri, seseorang bisa memutuskan sesuatu yang dianggap baik, tetapi belum tentu tepat,” jelasnya.
