Menteri PPPA Takziah ke Keluarga Ibu dan Dua Anak Tewas di Banjaran, Ingatkan Pentingnya Ketahanan Keluarga

Jabar Ekspres- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, melakukan kunjungan
Jabar Ekspres- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, melakukan kunjungan ke rumah orang tua EN (34) di Kampung Kebon Tunggul, Desa Pasir Huni, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Senin (8/9/2025). Foto Agi
0 Komentar

Untuk mengantisipasi hal serupa, Kementerian PPPA juga kata Arifah sudah mengingatkan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan layanan call center SAPA 129 untuk melaporkan masalah yang dialami.

“Layanan ini bukan hanya menerima laporan tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak, tetapi juga permasalahan lain. Melalui layanan ini, kami dapat melakukan pendampingan dan penjangkauan,” kata dia.

Ia menambahkan, data dari sistem informasi KemenPPPA menunjukkan angka kekerasan perempuan dan anak masih cukup tinggi.

Baca Juga:Belum Selaras! Ekonomi Tumbuh Tapi Pengangguran di Jabar TertinggiPGN Pasok Gas Bumi ke RS Kariadi Semarang, Efisiensi Operasional Meningkat Hingga 60 Persen

Faktor penyebabnya antara lain persoalan ekonomi, pola asuh dalam keluarga, penggunaan gadget yang tidak bijak, lingkungan, hingga pernikahan usia anak.

“Itu faktor-faktor yang sering memicu kasus yang dialami perempuan dan anak,” pungkasnya.

Sebelumnya, Warga Kampung Cae, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, digegerkan dengan penemuan tiga jenazah dalam sebuah rumah kontrakan pada Jumat (5/9/2025) dini hari.

Ketiga korban adalah EN (34) dan dua anaknya, AA (9) serta AAP (11 bulan). Mereka ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 04.00 WIB oleh suami korban, YS, yang baru pulang kerja.

Polisi juga menemukan sebuah surat wasiat yang ditulis korban berinisial EN (34), sebelum ia ditemukan tewas bersama dua anaknya. Dalam surat itu terdapat sejumlah ungkapan dari mulai permasalahan hingga permintaan maaf.

Laman:

1 2
0 Komentar