JABAR EKSPRES – Siapa yang tidak ingin punya anak cerdas? mendapat nilai bagus, bisa berhitung, menghafal dan membaca dengan lancar dari usia muda? Tentu hampir semua orang mengatakan iya.
Namun tahukah kamu, jika kecerdasan seorang anak, bukan hanya diukur dari nilai akademis, kemampuan berhitung, menghafal huruf atau bahkan membaca. karena ternyata kecerdasan anak itu sangat luas.
Menurut dr. Citra Amelinda, seorang Dokter Anak di Primaya Hospital Bekasi Timur menyebut bahwa cerdas itu tidak hanya sudah hafal warna dan angka (memori), tapi banyak aspek lainnya, seperti mengerti sebab akibat (kerincingan digoyang bunyi), bisa problem solving (menaruh mainan tidak cukup dijejer berarti ditumpuk), dan bayak faktor lainnya juga.
Baca Juga:Aplikasi 68EA Atau GS Investment Ternyata Belum SCAM, Apakah Masih Menguntungkan? 3 Drama Time Travel Mirip Bon Appetit, Your Majesty, Seru dan Bikin Gak Bisa Move On
“Semuanya adalah pelajaran hidup sehari hari. Tingkat kecerdasan anak sangat dipengaruhi oleh orang sekitarnya terutama yg ngasuhnya (zone of proximity vygotsky) alias beneran cermat nitip anak ke siapapun (ga cuman sekedar biar ada yg ngasih makan dan jagain).,” ujarnya dalam salah satu unggahan yang banyak dibagikan di grup-grup parenting.
Menurut dr Citra, para meter kecerdasan anak bisa dilihat dari perkembangan Kognitifnya, yakni melalui kemampuan berpikir, memecahkan masalah, dan juga belajar.
“Perjalanan perkembangan kognitif dimulai dari hal yang sangat sederhana hingga semakin kompleks seiring bertambahnya usia anak.” sebutnya.
Beberapa hal penting yang diperhatikan dalam melihat perkembangan anak adalah bagaimana pemahamannya tentang keberadaan objek (object permanence), mengerti hubungan sebab-akibat, bisa berpikir simbolik melalui pengalaman konkret dan bisa juga berpikir abstrak serta perkembangan memori implisit dan eksplisit.
Seperti apa perkembangan kognitif anak-anak bisa dilihat dari daftar perkembangannya yang disusun berdasarkan usia anak, berikut ini :
𝗣𝗲𝗿𝗸𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗸𝗼𝗴𝗻𝗶𝘁𝗶𝗳 𝗨𝘀𝗶𝗮 𝟬-𝟮 𝗯𝘂𝗹𝗮𝗻▪️ Fokus pandangan sekitar 25 cm▪️ Respon awal bersifat refleks (mengisap, menggenggam)▪️ Mengikuti gerakan perlahan, terutama horizontal dan tertarik dengan yang kontras, warna, dan wajah
𝗣𝗲𝗿𝗸𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗸𝗼𝗴𝗻𝗶𝘁𝗶𝗳 𝗨𝘀𝗶𝗮 𝟮-𝟲 𝗯𝘂𝗹𝗮𝗻▪️ Eksplorasi tubuh sendiri (menatap tangan, menyentuh bagian tubuh)▪️ Mulai memahami sebab-akibat secara sederhana▪️ Mengulangi tindakan yang menghasilkan efek (contoh: mendorong mainan mobil bergerak)
Baca Juga:BPJS Kesehatan Bandung Dorong Transformasi Digital FKRTL melalui Evaluasi dan Sosialisasi BridgingBukti JKN Milik Semua Kalangan, Mahasiswa Ini Rasakan Langsung Manfaat Progam JKN
𝗣𝗲𝗿𝗸𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗸𝗼𝗴𝗻𝗶𝘁𝗶𝗳 𝗨𝘀𝗶𝗮 𝟲-𝟭𝟴 𝗯𝘂𝗹𝗮𝗻▪️ Meniru suara dan gerakan▪️ Mampu menemukan benda yang berpindah tempat▪️ Eksplorasi mainan secara lebih aktif dan kreatif, suka bermain pura-pura
