JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama Pusat Pencak Silat Aliran Cimande (PPSAC) menggelar Festival Pencak Silat tingkat Kabupaten Bogor.
Ajang ini sekaligus menjadi sejarah baru, karena untuk pertama kalinya diperebutkan Piala Bupati Bogor, di Cimande, Kecamatan Caringin, Sabtu (6/9).
Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan bahwa silat Cimande adalah warisan budaya yang lahir di Kabupaten Bogor sejak abad ke-16 hingga 17 Masehi.
Baca Juga:PGN Pasok Gas Bumi ke RS Kariadi Semarang, Efisiensi Operasional Meningkat Hingga 60 PersenBAZNAS Jabar Luncurkan Program Pendayagunaan untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
“Kami bangga, Kabupaten Bogor menjadi daerah kelahiran salah satu bela diri tertua di Indonesia, yakni silat Cimande. Menjaga dan merawatnya adalah tanggung jawab pemerintah daerah,” ujarnya.
Menurut Rudy, festival dan kejuaraan ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga bentuk nyata pelestarian budaya.
Ia bahkan mendorong agar silat Cimande bisa masuk ke sekolah-sekolah sebagai kegiatan ekstrakurikuler.
“Kami ingin silat Cimande dipelajari semua generasi. Selain bela diri, ini juga olahraga dan olahrasa untuk menjaga kesehatan dan kebugaran,” tuturnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor, Ria Marlisa, menambahkan bahwa festival Cimande kini menjadi agenda tahunan. Tahun ini lebih istimewa karena sekaligus digelar kejuaraan umum.
“Cimande memiliki sejarah panjang dan sudah diakui dunia sebagai warisan budaya tak benda. Ini menjadi atensi khusus dari Pak Bupati agar tetap terawat,” jelasnya.
Untuk menyemangati peserta, Disbudpar memberikan hadiah berupa pembinaan, piagam, piala, serta satu set gamelan gendang penca khusus bagi juara umum.
Baca Juga:Acil Bimbo Tutup Usia, Bandung Berduka Kehilangan Putra TerbaiknyaTokoh Agama dan Masyarakat di Jateng Serukan Kedamaian untuk NegeriÂ
“Itu hadiah tambahan bagi pemenang sebagai bentuk apresiasi Pemkab,” katanya.
Selanjutnya, Ketua Panitia Festival Cimande, Syis Wahyudi menyebut kejuaraan kali ini istimewa karena pertama kali memperebutkan piala bergilir Bupati.
“Kami bangga dan berterima kasih atas dukungan Pemkab Bogor, khususnya Bupati, yang peduli terhadap budaya Cimande,” ungkapnya.
Syis menjelaskan, kejuaraan mempertandingkan sembilan kategori asli Cimande mulai dari tunggal salancar, rampak salancar, hingga adu bincurang dan tradisi kelid Cimande.
Sebanyak 246 peserta dari belasan perguruan di Bogor Raya dan Sukabumi ikut ambil bagian dalam Festival Pencak Piala Bupati Bogor.
